Polemik Masalah Sistem Zonasi dalam Seleksi PPDB, Komisi X DPR RI akan Panggil Mendikbudristek
M-RADARNEWS.COM, JAKARTA – Terkait adanya polemik permasalahan pada sistem zonasi dalam pelaksanaan sistem seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), hingga kini masih belum menemukan titik terang. Hal tersebut banyak dikeluhkan oleh orang tua siswa. Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan, masalah ini harus diselesaikan bersama-sama dengan Kemendikbud.
“Kita ingin mendapatkan penjelasan secara detail dari pihak Kemendikbudristek. Saya sih merasa kalau Kemendikbudristek dengan satgas PPDB-nya efektif bekerja di lapangan, memitigasi berbagai persoalan, saya merasa sebenarnya masalahnya bisa diurai,” kata Syaiful Huda di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, seperti dilansir, Kamis (13/07/2023).
Syaiful Huda menyebutkan, penerapan sistem PPDB yang sudah berjalan selama 5 tahun semestinya dapat berjalan dengan lancar dan terus dievaluasi. Dia menyinggung pemalsuan alamat di sistem PPDB wilayah Bogor yang diungkap Wali Kota Bima Arya.
“Nah, satgas PPDB ini setahu saya sudah dibentuk sejak 2018 melalui joint MoU antara Kemendikbud dengan Kemendagri. Peristiwa Kang Bima, adanya modus pembuatan domisili baru, itu bayangan saya tidak perlu terjadi di 2023. Ketika Satgas PPDB sejak dari awal melakukan evaluasi dan sejak awal ada terapinya, oh tahun 2021 ditemukan ada fenomena pembuatan domisili baru banyak,” ucapnya.
Politukus PKB ini mengatakan, bahwa bakal meminta penjelasan dari Kemendikbudristek terkait hal itu. Dia meminta Nadiem Makarim menjadi Ketua Satgas PPDB itu sendiri. “Kita akan minta penjelasan dari Kemendikbudristek, opini mereka seperti apa. Saya berdiri pada posisi akan minta dilakukan revisi perbaikan-perbaikan terhadap lubang-lubang sistem PPDB,” ujarnya.
“Saya merekomendasi Satgas PPDB mengambil peran cepat dan efektif. Maka saya minta Mas Menteri Nadiem sendiri yang memimpin Satgas PPDB. Tadinya hari ini (rapat bareng Nadiem), kebetulan Mas Nadiemnya cuti. Jadinya (hari ini) hanya eselon I yang kita undang,” tutupnya. (rd/*)








