Jaga Stabilisasi Harga Pangan, Mbak Ita Bagikan Bantuan CCP kepada 781 KK di Kelurahan Jomblang

Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat ikut membagikan bantuan CPP di Kelurahan Jomblang. Foto: dok/@semarangkota.go.id.

M-RADARNEWS.COM, JATENGWalikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu ikut membagikan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CCP) kepada 781 KK di kelurahan Jomblang. Bantuan tersebut dari pemerintah pusat dalam rangka mengintervensi daerah rawan pangan dan juga bertujuan untuk menjaga stabilisasi harga pangan.

Kegiatan tersebut merupakan hal yang sangat penting dilakukan, mengingat musim kemarau panjang yang masih terjadi hingga saat ini.

“Hari ini ada pembagian CPP yaitu Cadangan Pangan Pemerintah, sebanyak 781 KK di kelurahan Jomblang. Hari ini juga ada pembukaan kegiatan Jomblang Jumat Berbagi, tidak hanya pembagian CPP tetapi juga berbagi untuk warga yang membutuhkan, ada juga untuk anak stunting,” ujarnya Walikota, seperti dilansir di semarangkota.go.id, Sabtu (23/09/2023). perempuan yang akrab disapa Mbak Ita.

Sejalan dengan program dari pemerintah pusat tersebut, Mbak Ita sapaan Akrab Walikota Semarang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama dalam menyelesaikan masalah stunting dan kemiskinan ekstrim.

Ia mencontohkan, lewat Program Cempaka (Cegah Stunting Bersama Pengusaha di Kota Semarang) yang belum lama ini dilaunching. Program Cempaka sendiri merupakan program kolaborasi antara Pemerintah Kota Semarang dan pengusaha Kota Semarang.

“Di kelurahan Jomblang ini menjadi salah satu paling banyak stunting dan kemisikinan ekstrim. Karena masih ada 15 KK atau 60 jiwa yang mengalami kemiskinan ekstrem dan 13 anak-anak yang stunting. Diharapkan dengan adanya kolaborasi, sinergi antara pemerintah, pengusaha, masyarakat, dan media diharapkan kemiskinan ekstrim dan stunting jadi nol persen di kelurahan Jomblang,” ucapnya.

Lebih lanjut, Mbak Ita berpesan agar masyarakat penerima dapat memanfaatkan bantuan tersebut sebijak mungkin. Mengingat, musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung sampai bulan Februari tahun depan. Selain itu, pemanfaatan yang kurang bijak dan menjadi sampah makanan juga tidak sejalan dengan kampanye pemerintah semarang tentang food loss dan food waste melalui Gerakan Sayang Pangan Kota Semarang (Garang Asem).

“Masih ada satu lagi, kan tiga kali ini, dan sekarang ini yang kedua, jadi bulan depan dapat lagi. Kalau masak sewajarnya, karena kita harus menghemat yang namanya beras, jika perlu digabung dengan singkong atau lain sebagainya. Karena beberapa prediksi terkait el nino ini masih panjang sampai bulan Februari,” tandasnya. (rd/*)

Tutup