Seragam Panwascam Mirip Seragam Timses Capres, Ini Tanggapan Bawaslu Kabupaten Banyuwangi

Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Banyuwangi Luqman Wahyudi. (Foto: Red/Dok)

M-RADARNEWS.COM, JATIM – Terkait polemik mengenai seragam Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Banyuwangi menuai kritik dari beberapa kalangan masyarakat. Pasalnya, bajunya mirip tim sukses (Timses) pasangan salah satu Calon Presiden ( Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilu tahun 2024.

Baju bermotif hitam putih bergaris-garis itu banyak dihubung-hubungkan dengan salah satu kandidat Calon Presiden yang memiliki jargon tegak lurus tersebut.

Saat dikonfirmasi oleh awak media m-radarnews, Ketua Panwascam Banyuwangi Hidayaturrahman mengatakan, bahwa penyamaan seragam Panwascam dengan Timses Capres-Cawapres merupakan pandangan dari pihak lain. Namun, pandangan dari Panwascam Banyuwangi adalah seragam tersebut tak memiliki tujuan untuk mengarah pada salah satu paslon.

“Kaos itu sudah kami buat sebelum adanya deklarasi Capres dan Cawapres,” ucap Dayat, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Dayat mengajak masyarakat untuk mengikuti Pemilu 2024 dengan damai dan hati riang gembira karena gelaran pesta demokrasi adalah milik seluruh rakyat Indonesia. “Prinsipnya, beda pilihan itu sudah biasa tapi jangan sampai merusak persatuan dan kesatuan,” lanjutnya

Menurutnya, Panwascam Banyuwangi tetap akan memastikan dan bertindak adil kepada semua peserta pemilu serta akan bekerja secara profesional dan tetap menjaga integritas.

Mengenai polemik tersebut, Bawaslu Kabupaten Banyuwangi merespon cepat melalui Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Banyuwangi Luqman Wahyudi mengatakan, sudah mendapatkan klarifikasi dari Panwascam Banyuwangi.

“Karena setelah kami klarifikasi, mereka terinspirasi wasit FIFA sana,” kata Luqman saat dikonfirmasi awak media, pada Sabtu (06/p1/2024).

Sampai saat ini, lanjut Luqman, Bawaslu belum menerima laporan dari masyarakat yang keberatan dalam hal itu. “Dari pihak lain belum ada laporan, kalau memang keberatan Monggo di laporkan, karena tidak ada ketentuan seragam panwascam seperti apa,”imbuhnya.

Selanjutnya, Luqman juga menambahkan, hanya panwascam Banyuwangi yang mengenakan seragam semacam kaos dengan motif tersebut sedangkan panwascam kecamatan lain berbeda.

“Kalaupun ada kemiripan, kita harus melihat mereka sejak kapan kalaupun mereka yang lebih dulu sejak lama buatnya, berarti kan ada kebetulan yang tidak di sengaja,” tutupnya. (yn)

Tutup