Penggerak Independen Pelopor Pendidikan Politik “Tanpa Money Politik” di Banyuwangi dan Berhasil
M-RADARNEWS.COM, JATIM – Penolakan KPU Banyuwangi atas penyerahan dokumen fisik dari penggerak Independen yang mengusung Yusuf Widyatmoko-Zainuri melalui jalur perseorangan pada tanggal 12 Mei 2024, telah menutup peluang pasangan dari jalur perseorangan. Penolakan tersebut ternyata tidak menyurutkan semangat penggerak Independen untuk tetap memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya berpolitik “tanpa money politik”, dan penggerak tetap bersemangat.
Penolakan KPU Banyuwangi ternyata juga tidak mempengaruhi mental penggerak untuk memberikan edukasi politik tanpa money politik, dan itu dibuktikan dengan masih mengalirnya dukungan sukarela yang diberikan rakyat Banyuwangi kepada pasangan Yusuf Widyatmoko-Zainuri. Saat ini dukungan sukarela sudah mencapai 101.100 lebih dengan penggerak mencapai 3.111 lebih, dan itu riil.
Yang dicermati penulis disini adalah, prestasi dan mental penggerak Independen dalam mengumpulkan dukungan sukarela tanpa money politik. Kita sama-sama mengetahui bahwa di perpolitikan kita saat ini, politik uang adalah masalah pelik. Elite politik pun sampai saat ini belum berhasil mengatasi problem tersebut, puluhan tahun tanpa solusi dari elite politik. Dan sudah bukan menjadi rahasia umum, bahwa untuk menjadi kepala daerah atau anggota dewan, untuk mendapatkan dukungan dari rakyat mereka harus transaksional atau menggunakan politik uang.
Tapi ini berbeda dengan yang dilakukan oleh penggerak Independen dalam melakukan kegiatan memperoleh dukungan dari rakyat, penggerak menjelaskan dahulu tentang hak-hak rakyat. Sehingga rakyat paham dan mengerti, akhirnya rakyat memberikan dukungannya. Rakyat Banyuwangi mulai sadar tentang bahayanya politik uang yang ternyata merugikan bagi rakyat sendiri, diakui atau tidak penggerak Independen Rakyat Menang dan Rakyat Banyuwangi adalah pelopor berpolitik “tanpa money politik” di Indonesia, dan itu dibuktikan sampai saat ini mereka berhasil mengumpulkan dukungan sukarela sejumlah 101.100 lebih untuk pasangan perseorangan Yusuf-Zainuri yang penyerahan berkas dukungan fisik ditolak KPU Banyuwangi pada tanggal 12 Mei 2024.
Kendati demikian, kembali penulis tegaskan, bahwa bukan penolakan dari KPU Banyuwangi yang dicermati penulis. Akan tetapi, kegigihan Penggerak Independen untuk tetap konsisten memperjuangkan Rakyat Banyuwangi dengan cara baik dan benar tetap mereka lanjutkan. Dan ketika penulis menanyakan hal tersebut kepada salah satu penggerak yang tidak mau disebutkan namanya, apa motivasi mereka sampai mau melakukan itu? Penggerak tersebut menjawab “Harus ada yang menjalankan konsep kesadaran rakyat dalam berpolitik tanpa money politik ini, untuk generasi kita selanjutnya,” ujarnya. Hanya itu jawaban singkat yang penulis dapatkan dari salah satu penggerak Independen.
Secara pribadi, penulis mengacungkan 2 (dua) jempol untuk penggerak Independen Rakyat Menang. Mereka gigih, tangguh, tahan banting untuk perjuangan yang mereka yakini benar, “Bravo” Penggerak Independen. Opn








