Diduga Imbas Kenaikan SPP, Siswa SDIT Al Uswah 2 Berbondong-bondong Pindah Sekolah

SD Islam Terpadu Al Uswah 2 Banyuwangi, berlokasi di Jalan Cemara, Beran, Kebalenan, Banyuwangi. (Foto: istimewa)

M-RADARNEWS.COM, JATIM – Sebanyak 16 siswa di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Uswah 2 Banyuwangi, pada tahun ajaran baru 2025/2026, mulai kelas 2 hingga 6 memilih mengundurkan diri dan sebagian besar pindah ke sekolah lain. Kejadian tersebut, diduga imbas dari kenaikan iuran bulanan sekolah atau SPP.

Dari informasi yang dihimpun, buntut kejadian tersebut berawal dari adanya sejumlah wali murid yang menyatakan keberatan atas kenaikan SPP, yang semula Rp350 ribu, kini naik menjadi Rp475 ribu tanpa adanya pelibatan orang tua dalam proses penetapan.

Operator Yayasan Al Uswah, Ustadz Moch. Fachrurodji Hidayatullah membenarkan kenaikan SPP diputuskan melalui rapat internal yayasan, dan tanpa melibatkan wali murid.

“Rapat dilakukan internal yayasan, bukan bersama wali murid. Memang ada yang mengajukan petisi, namun tidak kami tindak lanjuti,” ujar Ustadz Fachrurodji, seperti dikutip, pada Kamis (17/07/2025).

Pihak sekolah mencatat 15 dari 16 siswa yang keluar melakukan mutasi resmi, termasuk karena alasan kepindahan orang tua, namun di bawah 10 siswa keluar karena keberatan biaya.

SDIT Al Uswah 2 di Kebalenan, Banyuwangi, yang dikenal sebagai sekolah Islam terpadu swasta yang diminati, menyatakan tetap memberikan keringanan bagi siswa dengan keterbatasan ekonomi. Pihak sekolah mengajak orang tua yang merasa tidak mampu untuk berdiskusi.

“Kami tetap membuka pintu solusi. Bagi orang tua yang merasa tidak mampu, bisa menyampaikan langsung untuk dibicarakan,” tandasnya.

Hingga berita ini dimuat, Ketua Yayasan Al Uswah, Karyono, yang juga Kepala SMPN 2 Glagah, sedang sakit. Pihak yayasan belum memberikan penjelasan rinci terkait dasar perhitungan kenaikan iuran dan keterlibatan komite sekolah atau perwakilan wali murid dalam pengambilan kebijakan. (by/*)

Tutup