Anies-Cak Imin Resmi Deklarasi Capres-Cawapres, Ketum Partai Nasdem Sebut Kedua Pasangan Saling Melengkapi

Anies Baswedan-Cak Imin resmi deklarasi sebagai Bakal Calon Presiden (Capres) dan Bakal Calon Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) periode 2024-2029, bertempat di Hotel Yamoto (Hotel Majapahit), Surabaya, Sabtu (02/09/2023). Foto: Redaksi/Istimewa.

M-RADARNEWS.COM, JATIM – Bertempat di Hotel Yamoto (saat ini Hotel Majapahit), Surabaya, Anies Rasyid Baswedan bersama A. Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai Bakal Calon Presiden (Capres) dan Bakal Calon Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) periode 2024-2029, resmi melakukan deklarasi, pada Sabtu (02/09/2023).

“Hari ini, sebuah komitmen yang tidak hanya diperuntukkan membawa nilai kebajikan kepada kita, khususnya keluarga besar PKB dan Nasdem. Tapi jauh dari pada itu, kita ingin memberikan suatu yang jauh lebih berarti bagi proses perjalanan sistem dan demokrasi kemajuan kehidupan kita berbangsa dan bernegara. Inilah yang ada dalam obsesi dan harapan kita bersama,” kata Ketum Partai NasDem, Surya Paloh dalam sambutannya di acara Deklarasi.

Surya Paloh menyampaikan bahwasanya event dari pada pemilihan umum yang Insya Allah akan berlangsung pada 14 Februari yang akan datang, merupakan sebuah sirkulasi kekuasaan yang berlangsung selama 5 tahunan. Demokrasi memberikan kesempatan pilihan kepada seluruh warga negara ini, untuk mempergunakan hak-hak politiknya memilih calon pemimpin yang dianggap tepat, yang dianggap sesuai dengan akal pikiran dan hati nurani untuk kepentingan membangun bangsa.

“Sebagai Ketua Umum Partai Nasdem, yang pertama sekali mendeklarasikan calon Presiden yang bernama Anies Baswedan, tentu secara subjektif maupun objektif. Saya menginginkan hasil yang paling optimal dari seluruh proses pencalonan, yang tidak hanya berhenti sekedar pencalonan tapi juga sebuah akhir pencalonan, yang akan terwujud sebagai calon yang terpilih menjadi pemimpin negeri,” ujarnya.

Seorang Wakil Presiden, menurut Surya Paloh, dianggap mempunyai sesuatu kelebihan yang saling mengkomplain (mengisi satu sama lain) dengan calon Presiden yang sudah dimiliki oleh koalisi perubahan yaitu (Anies Baswedan). “Akhirnya, sebuah suratan takdir, dari suatu episode perjalanan yang dilalui, dari berbagai tantangan dan rintangan yang telah dilalui, dan bukan berarti juga tantangan itu berhenti pada saat ini. Tapi, bersiap-siap untuk menghadapi tantangan yang lebih baru lagi ke depan. Itulah yang menempatkan pilihan di hati Partai Nasdem yaitu Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB,” ungkapnya.

Ketum Partai Nasdem menyampaikan, bahwa dirinya mengenal kedua sosok ini secara lebih dekat dalam kurun waktu perjalanan yang cukup panjang, dua orang yang mempunyai kelebihan masing-masing. Anies Baswedan adalah seorang cendekiawan dan intelektual, sedangkan Muhaimin Iskandar seorang organisatoris ulung, yang dinilai mampu memberikan warna baru bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan hari ini dan di masa mendatang.

“Maka kedua pasangan ini adalah bagaikan botol dan tutup botol itu. Maka, pada hari ini kita telah mempunyai modal utama yang dipersyaratkan oleh konstitusi. Insya Allah, ketika KPU mulai pendaftaran calon presiden dan wakil presidennya, Insya Allah pasangan yang pertama mendaftarkan adalah pasangan yang kita miliki hari ini,” ucapnya.

Surya Paloh menambahkan, rakyat dan masyarakat tentu mempunyai berbagai alternatif pilihan dari berbagai calon-calon presiden yang ikut sebagai berkonstansi di dalam pemilu yang akan datang. Insya Allah, pilihan kita bersama pada hari ini, kalau saudara melihat wajah saya, saya menyatakan optimisme yang penuh. Saya ingin menyatakan, Insya Allah, kita memiliki pemimpin baru ke depan nanti,” tandasnya.

Dia berharap, kedua pasangan bisa mampu mengatasi berbagai macam godaan dan cobaan, bahkan ancaman terhadap sebuah sistem komitmen nilai-nilai kebangsaan. ”Hari ini juga, kita katakan selamat tinggal kepada politik Cebong dan Kampret. Politik yang memang mengadu domba, memecah belah, dan merusak semua sistem nilai kebangsaan kita. Dan tentunya kita ucapkan selamat datang Politik Kebhinekaan, yang mempersatukan semua komponen daya elemen kita dengan penghargaan pluralisme yang kokoh seutuhnya di negeri kita yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Pada Kesempatan yang sama, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin bercerita mengenai Surya Paloh yang mendesaknya segera memberi jawaban mengenai kesediaan menjadi cawapres untuk capres Anies Baswedan. “Surya Paloh: Kalau kamu nggak mau salaman, berarti selamanya kita tidak akan ketemu lagi. Tapi kalau kamu oke, saya jamin menang dan Insya Allah Indonesia akan lebih baik’,” beber Cak Imin.

Cak Imin dan partainya kemudian memberi jawaban dalam waktu tiga hari. “Saya merasa proses ini berjalan cepat dan lancar, sesuai dengan doa saya Indonesia yang lebih baik dan bahagia. Dalam waktu hanya tiga hari kami konsolidasi, dalam waktu singkat juga mendapat restu dari para ulama,” ujarnya.

Sementara Anies Baswedan dalam orasi selanjutnya menyampaikan rasa syukur dengan bergabungnya PKB, koalisi pendukungnya itu akan bergerak lebih cepat dan lebih mantap lagi bagi semua. Ia melihat, bergabungnya PKB dapat mengisi rongga-rongga yang selama ini belum tersisi serta membawa warna dan perspektif baru.

Anies pun mengajak ribuan hadirin di acara deklarasi Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar sebagai Bakal Calon Presiden dan Wakil Presiden 2024 itu dapat menggaungkan semangat perjuangan tersebut ke seluruh penjuru Indonesia. “Karena itu saya rasa kita semua yang berkumpul di sini, kita semua pegang betul nilai ini bahwa ini dimulai dengan niat ikhlas, dimulai dengan tujuan, dimulai dengan tujuan yang benar, dijalankan dengan cara yang baik, yang Insya Allah ini akan dibukakan takdirnya untuk keberhasilan,” tutupnya. (rd/*)

Tutup