Desa Jetiswetan Salurkan BLT DD Tahap ke-7 untuk 46 Warga Terdampak Covid-19

JATENG, (M-RADARNEWS.COM),-          Kembali Pemerintah Desa Jetiswetan, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa tengah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahap ke-7 kepada 46 warga yang terdapak wabah Covid-19.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari ini, Senin (23/11/2020). Dan kegiatan dimulai dari pukul 09.30 WIB hingga selesai dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dari pemerintah.

Menurut Kepala Desa Jetiswetan Agus Sunarto, ST., dalam penyaluran BLT DD ke-7 (lanjutan) ini berbeda dengan jumlah penerima tahap ke-6, namun tetap dengan menerapkan prokes ketat seperti, wajib mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker.

“Warga sebagai penerima bantuan (BLT DD) tahap ke-7 sudah melalui proses musyawarah desa, dirembug oleh perangkat desa didampingi pihak Koramil, pihak Polsek dan Pemerintah Kecamatan Pedan,” jelas Agus.

Dalam penyaluran BLT DD ini dihadiri oleh Kades, Perangkat Desa, Petugas Pendampingan Desa, dan semua petugas yang terlibat memakai masker juga menggunakan pelindung wajah.

“Semoga bantuan uang yang tidak seberapa ini dapat membantu warga untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Jangan dibelanjakan untuk hal-hal yang tidak penting,” lanjut Agus Sunarto.

Kades berharap warga berpartisipasi dalam Pilbub Klaten yang akan digelar pada 9 Desember 2020 dan menjaga persatuan dan kesatuan meski beda pulihan, jangan golput. “Suara Bapak/Ibu semua untuk menentukan pemerintahan Kabupaten Klaten 5 tahun ke depan,” pintanya.

Agus juga mengingatkan, bahwa Pemdes Jetiswetan memiliki Bumdes dengan menyediakan kebutuhan sembako dan kebutuhan sehari-hari dengan harga miring. “Monggo Bapak/Ibu memanfaatkan Bumdes kita dengan harga murah,” imbaunya.

Dalam pengambilan BLT DD tersebut, penerima wajib membawa undangan, membawa FC KTP/KK, datang tepat waktu tidak boleh mewakilkan dan mematuhi protokol kesehatan.

Salah seorang warga setempat, Bapak Medi sebagai penerima BLT DD tahap ke-7 ini senang dan diperhatikan oleh pemerintah desa. “Uang ini untuk mencukupi kebutuhan di rumah,” katanya. (Dan)

Tutup