Hadiri Peringatan Hari Guru dan PGRI, Gubernur Jatim: Banyak Persiapan Sebelum Perberlakuan Sekolah Tatap Muka Januari 2021
JATIM, (M-RADARNEWS.COM),- Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Dinas Pendidikan (Dindik) sedang mematangkan mekanisme protokol kesehatan menjelang pemberlakuan sekolah tatap muka pada Januari 2021.
Usai menghadiri peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 74 di Islamic Center Surabaya, Senin (23/11/2020), Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, banyak yang disiapkan sebelum sekolah tatap muka diberlakukan Januari 2021.
Seperti menyiapkan ruang yang disesuaikan dengan kapasitas maksimal 50 persen, meniadakan kantin, memberlakukan waktu belajar tanpa jam istirahat (untuk sementara, red), memberikan jarak minimal satu meter untuk setiap bangku, menyediakan tempat cuci tangan dan menyemprotkan disinfektan diruang dan lingkungan sekolah. “Mekanismenya harus sesuai protokol kesehatan, tahapan itu sekarang finalisasi,” kata gubernur.
Menurutnya, meski pada Januari tahun depan semua kelas akan terisi penuh, namun pembagian jadwal masuk tetap harus dilakukan. “Jadi nantinya bergantian ada yang masik ada yang daring,” ungkapnya.
Masterplan sistem pembelajaran baru ini, nantinya akan digunakan untuk seluruh sekolah sehingga semua bisa menjalankan proses belajar mengajar, dengan penerapan protokol kesehatan (prokes).
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah tidak lupa mengucapkan selamat Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-74, semoga Pandemi Covid-19 tidak menurunkan semangat guru untuk memberikan pembelajaran terbaik bagi semua siswa. “Hasil tempaan guru terbukti, salah satunya saya pernah menjadi menteri dan sekarang menjadi gubernur,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Wahid Wahyudi menambahkan, ada sebanyak 1.080 sekolah jenjang SMA/SMK/SLB dari total 4.089 lembaga di Jawa Timur yang dibuka untuk menjalani tahap uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi COVID-19. Meski demikian, uji coba pembelajaran tatap muka harus melihat perkembangan zona Covid-19 di wilayah.
“Dari 4.089 lembaga jenjang SLB, SMA dan SMK di Jatim, hanya 1.080 sekolah saja yang bisa ikut uji coba. Itupun harus memenuhi berbagai persyaratan. Salah satunya melihat perkembangan zona Covid di wilayah,” ujar Wahid Wahyudi. (tim/jnr/kmf)







