Irjen Pol Argo: Peran Tersangka JG Anggota KAMI Medan Serukan Rusuh ’98’ saat Demo Tolak Omnibus Law
JAKARTA, (M-RADARNEWS.COM),- Sebelumnya tim cyber Bareskrim Polri menangkap 8 Anggota KAMI. 4 ditangkap di Jakarta dan 4 lainnya diamankan di Medan. Berikut urutan penangkapan kedelapan petinggi-anggota KAMI diantaranya, Ketua KAMI Medan Khairi Amri di Medan oleh Polda Sumut pada hari Jumat (09/10), inisial JG dan NZ di Polda Sumut dan KA di Tangerang Selatan oleh Bareskrim Polri pada hari Sabtu (10/10).
Selanjutnya Deklarator KAMI, Anton Permana di Rawamangun Jaktim oleh Bareskrim Polri pada hari Senin (12/10) pukul 00.00-02.00 WIB dan di hari yang sama inisial WRP oleh Polda Sumut. Kemudian petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan di Depok oleh Bareskrim Polri pada hari Selasa (13/10) pukul 04.00 WIB dan di hari yang sama inisial JH oleh Bareskrim Polri di Cipete, Jaksel oleh Bareskrim Polri pada pukul 05.00 WIB.
Dari delapan anggota KAMI yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian, salah satunya Polri mengungkap peran tersangka JG yang merupakan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan dalam penangkapan demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, JG berperan menyampaikan narasi untuk menciptakan kerusuhan seperti pada 1998. Narasi itu disampaikan JG di grup WhatsApp KAMI Medan.
“Tersangka JG, apa perannya JG ini? JG ini di dalam WA group tadi menyampaikan ‘batu kena satu orang, bom molotov bisa kebakar 10 orang, dan bensin bisa berceceran’ dan sebagainya di sana. kemudian ada juga menyampaikannya ‘buat skenario seperti 98, penjarahan toko China dan rumah-rumahnya’. Kemudian ‘preman diikutkan untuk menjarah’,” ucap Irjen Argo Yuwono, Kamis (15/10/2020).
Lanjut Irjen Pol Argo Yuwono mengungkapkan, JG ditangkap pada 10 Oktober 2020 oleh Polda Sumut. Dari JG, Polri mengamankan barang bukti seperti bom molotov.
“Sudah kita jadikan barang bukti. kata-katanya seperti itu. makanya kita mendapatkan bom molotovnya ini (sambil menunjukkan barang bukti),” kata Argo.
Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, bom molotov yang diamankan itu disiapkan JG untuk melempar ke fasilitas umum saat demo berlangsung. Dampaknya, ada mobil yang terbakar akibat dilempar bom molotov.
“Ada bom molotovnya sama, Pylox ini untuk membuat tulisan. dan bom molotovnya untuk apa? Untuk melempar. Melempar apa? Fasilitas ada mobil terbakar yang dilempar, ini gambarnya sehingga bisa terbakar,” pungkasnya. (tim/divhms)








