Kembali, Pemerintah Perpanjang PPKM hingga 16 Agustus 2021
JAKARTA, (M-RADARNEWS.COM),- Pemerintah kembali memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Level 4, 3 dan 2 di sejumlah wilayah Jawa dan Bali. Keputusan kebijakan ketat tersebut berlaku mulai tanggal 10 – 16 Agustus 2021.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) dalam keterangan persnya yang disiarkan secara virtual, Senin (09/08/2021).
Menko Luhut mengatakan, bahwa ini sesuai keputusan dalam rapat kabinet yang dipimpin oleh Bapak Presiden tentang evaluasi untuk PPKM di Jawa-Bali dilakukan setiap 1 kali seminggu. Sementara untuk luar Jawa-Bali, akan dilakukan setiap 1 dalam 2 minggu.
“Pada malam ini kami diperintahkan oleh Bapak Presiden untuk menyampaikan keputusan tersebut ke publik, setiap langkah yang pemerintah ambil tentunya telah mempertimbangkan berbagai aspek serta masukan-masukan dari berbagai ahli dalam bidangnya. Penanganan di luar Jawa-Bali tentunya tidak bisa serta-merta dibandingkan dengan bijak dan dibandingkan dengan Jawa-Bali, tantangan di luar Jawa-Bali lebih besar dari tantangan dalam Jawa-Bali.
Dalam hal dukungan infrastruktur kesehatan, kata Menko, Pemerintah akan terus bekerja keras untuk mengendalikan pandemi di seluruh Indonesia. “Dengan struktur penanganan sekarang ini, menurut hemat saya sudah sangat baik, karena presiden yang menjadi Panglima tertinggi dalam penanganan ini. Sedangkan Menko Perekonomian dan saya adalah sebagai komando-komando wilayah, karena melihat luas rentang kendalinya,” ujarnya. Oleh karena itu keputusan yang diperintahkan untuk menunjuk Menko Perekonomian untuk menangani luar Jawa-Bali, dan saya menangani Jawa-Bali,” tambah Menko.
Penerapan perpanjangan PPKM level 4, 3 dan 2 yang dilakukan sejak tanggal 2 Agustus hingga 9 Agustus Jawa-Bali, menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Dari data yang didapat penurunan telah terjadi hingga 59,6 persen dari puncak kasus di tanggal 15 Juli 2021 yang lalu.
“Momentum yang sudah cukup baik ini harus terus dijaga. Untuk itu, atas arahan Presiden Republik Indonesia maka PPKM Level 4, 3 dan 2 di Jawa-Bali akan diperpanjang sampai tanggal 16 Agustus 2021, dan ini akan dituangkan dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) secara lebih detail,” katanya.
Lanjut Menko menjelaskan, penurunan kasus dan perawatan rumah sakit juga terjadi di sejumlah daerah di Jawa-Bali, kecuali masih ada masalah di Malang Raya dan juga Bali. Untuk itu, pemerintah segera melakukan intervensi kedua wilayah ini untuk menurunkan laju penambahan kasus.
Selain jumlah kasus, laju penambahan kematian di Jawa-Bali semakin menurun, meskipun kondisinya masih bisa dikatakan flogdratif di masing-masing provinsi. “Dalam penerapan PPKM level 4 dan 3 yang akan dilakukan pada tanggal 10 sampai 16 Agustus 2021, terdapat 26 Kota/Kabupaten yang turun dari level 4 ke level 3. Hal ini menunjukkan perbaikan kondisi di lapangan yang cukup signifikan,” beber Menko.
“Evaluasi tersebut dilakukan dengan mengeluarkan indikator kematian dalam penilaian, karena kami temukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang. Sehingga menimbulkan distorsi dalam penilaian,” lanjutnya.
Maka dalam hal ini, sampai sekarang terus bekerja keras untuk mengharmonisasi data, dengan itu juga memperbaiki SiLacak. “Kami membentuk tim khusus untuk menangani wilayah-wilayah yang memiliki lonjakan kasus kematian yang signifikan, dalam beberapa minggu terakhir yang seperti kami lakukan di Yogyakarta. Setelah kami kembali dari Yogyakarta, kita evaluasi angkanya dan kita temukan di sana-sini yang perlu diperbaiki,” ungkap Menko.
Selain perkembangan kasus COVID-19, “Saya juga akan sampaikan perkembangan yang terus membaik dari pelaksanaan 3M, testing, dan treacing serta capaian vaksinasi. Dan saya terima kasih juga kepada TNI/Polri, Pemda dan semua pihak mahasiswa serta anak-anak muda kita yang telah bahu-membahu bekerja untuk mensukseskan ini. Kepatuhan mengenai menggunakan masker telah mencapai 82 persen, meningkat 5 persen dibandingkan bulan Februari-Maret,” pungkasnya.
Menko Luhut menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk membudayakan untuk memakai masker, karena kita mungkin akan hidup dalam bertahun-tahun ke depan dengan masker ini, karena ini merupakan salah satu alat di samping vaksin juga untuk mencegah penularan varian Delta. (red/*)








