M-RADARNEWS.COM, JATENG – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Boyolali, kembali melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Administrator, Pengawas, dan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali.
Kegiatan digelar di Ruang Merbabu Kantor Bupati Boyolali, Jumat (22/05/2026). Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, Dwi Fajar Nirwana hadir dan secara langsung melantik serta mengambil sumpah 13 ASN yang menerima amanah baru.
Kepala BKPSDM Boyolali, Waskitho Rahardjo menyampaikan tiga pejabat administrator yang dilantik. Di antaranya, Dhendy Bhaskoro Dharmajati, yang beralih dari Kepala Bidang Kinerja Aparatur dan Informasi menjadi Kepala Bidang Kinerja Aparatur BKPSDM Boyolali.
Sri Widoyati, dari jabatan Kepala Seksi Perekonomian, Pembangunan, dan PU Kecamatan Tamansari kini menjadi Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data pada Disdukcapil.
Purwati, sebelumnya Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda, kini dipercaya sebagai Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil.
Untuk jabatan pengawas, Sri Lestari turut dilantik sebagai Kepala Seksi Perekonomian, Pembangunan, dan PU Kecamatan Tamansari, menggantikan posisinya sebelumnya sebagai Penata Kependudukan dan KB Ahli Muda pada OPD terkait.
Pelantikan juga mencakup jabatan fungsional, terdiri atas satu ASN Diskominfo, lima ASN Dinas Ketahanan Pangan, dua ASN Dinas Lingkungan Hidup, dan satu ASN dari BKPSDM.
Dalam sambutannya, Wabup Fajar berharap pejabat administrator yang dilantik khususnya di lingkungan Disdukcapil, mampu menjadi motor penggerak dalam membangun budaya kerja yang disiplin, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Ia menegaskan, bahwa pelayanan administrasi kependudukan merupakan layanan dasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Wabup Fajar juga menekankan pentingnya peran ASN dengan jabatan fungsional sebagai tulang punggung birokrasi modern yang mengedepankan kompetensi, profesionalitas, dan capaian kinerja. “ASN saat ini tidak cukup hanya rajin hadir, tetapi harus mampu menghasilkan inovasi dan solusi,” tegasnya.
Wabup wanita pertama di Kota Susu ini kembali mengingatkan agar setiap pejabat memahami hakikat jabatan sebagai amanah. “Jabatan adalah amanah, bukan hadiah. Jabatan bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani. Jangan sampai setelah dilantik malah sibuk mencari fasilitas, tetapi lupa tanggung jawab,” pesannya. (dn/**)
