Pemprov Jatim Dibantu Jajaran TNI dan Polri Perketat Masuknya PMI Jelang Lebaran 2021

JATIM, (M-RADARNEWS.COM), –            Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dibantu jajaran TNI dan Polri serta instansi terkait kini mulai siap membantu pengetatan masuknya Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang kampung ke Jawa Timur. Para pekerja yang datang dari luar negeri itu akan dilakukan karantina sesuai tiba di Jawa Timur.

“Kedatangan PMI atau TKI melalui bandara akan dipantau secara ketat. Dari pihak imigrasi akan mengecek paspor PMI yang datang. Termasuk warga yang balik dari luar negeri. Dipastikan dulu riwayat perjalanannya apa pernah ke India juga. Kalau iya, maka maka akan dikarantina terlebih dahulu. untuk diobservasi, “kata Pangdam V / Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, Senin (26/4/2021).

Nantinya, para PMI yang datang akan dikarantina di Wisma Haji (Asrama Haji Sukolilo Surabaya) selama dua hari. Lalu diswab PCR. Yang positif akan dirawat di RS Lapangan Indrapura dan yang negatif bisa kembali daerah kabupaten atau kota asalnya.

Untuk memastikan koordinasi, Pangdam bersama Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta dan Plh Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono melakukan rapat virtual dengan Bupati Walikotaserta Dandim dan Kapolres se-Jatim. Dalam koordinasi tersebut, Pangdam meminta pemkab dan pemkot untuk membantu menyiapkan tempat karantina bagi PMI.

“Jadi yang negatif dan kembali ke daetag asalnya, maka dilakukan karantina lagi selama tiga hari. Lalu diswab PCR ulang. Jika masih negatif maka bisa kembali ke keluarga masing-masing,” ungkapnya.

Prosedur itu, kata dia, dilakukan untuk memastikan agar tidak ada penyebaran Covid-19 varian baru dari India yang kini menjadi sorotan seluruh dunia. “Seperti kita ketahui bersama, situasi yang berkembang, khususnya terkait Covid-19 di beberapa negara di luar Indonesia, baik di Amerika, Amerika Latin, di Eropa, di Asia Selatan, dan yang ekstrim mungkin para anggota pun mengetahui yaitu di India. Terjadi lonjakan peningkatan Covid-19 yang luar biasa,” ujarnya.

“Jangan sampai, kejadian yang seperti saya sampaikan di luar Indonesia ini juga menimpa negara kita, bahkan di Jatim. Untuk kemarin saja, hampir 2000 PMI. Ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan,” ungkapnya.

Apalagi, lanjut dia, para PMI disinyalir membawa virus varian baru yang belum terdeteksi. “Ini pun menjadi pokok perhatian kita bahwa orang-orang yang berkumpul nanti disamping melaksanakan penyekatan pengamanan larangan mudik, juga akan dilibatkan dalam proses pengurusan PMI,” pungkasnya. (merah / jnr / kmf)

Tutup