Potensi Investasi Cukup Tinggi, Kementerian ATR/BPN Prioritaskan Susun RDTR Bergas

Bupati H Ngesti Nugraha hadiri acara konsultasi publik ke-1 penyusunan RDTR Kecamatan Bergas di The Wujil Convention, Kamis (21/09/2023). Foto: Dok/Pemkab.

M-RADARNEWS.COM, JATENG – Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memprioritaskan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) wilayah Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

Berdasarkan data, potensi investasi di Bergas cukup tinggi mencapai Rp5,4 triliun. Sehingga perlu disusun RDTR yang dapat mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif.

“Kami berharap, para pemangku kepentingan dapat memberikan masukan bagi penyusunan RDTR yang memudahkan investasi. Sekaligus tidak membelenggu pengembangan potensi wilayah,” kata Bupati H Ngesti Nugraha saat acara konsultasi publik ke-1 penyusunan RDTR Kecamatan Bergas di The Wujil Convention, Kamis (21/09/2023).

Pemkab Semarang mendapat bantuan Rp 1,4 miliar dari Kementerian ATR/BPN untuk menyelesaikan materi teknis RDTR Kecamatan Bergas, paling lambat akhir tahun ini.

Bupati mengimbau perwakilan desa/kelurahan di Bergas dan tokoh masyarakat, serta pelaku bisnis dapat serius memberikan masukan. Tujuannya untuk menciptakan Kecamatan Bergas sebagai kawasan industri dan pariwisata yang melindungi sumber daya alam dan cagar budaya yang ada.

Acara juga diikuti secara daring oleh Kasubdit Perencanaan Tata Ruang Provinsi dan Kota Wilayah I Ditjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Nuki Harniati. Selain itu, hadir pula Perwakilan DPU Jateng, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening, Kepala DPU Valeanto Sukendro.

Nuki Harniati menjelaskan, bahwa penyusunan RDTR Bergas menjadi salah satu prioritas di tahun anggaran 2023 ini. Karena memiliki potensi investasi tinggi, Bergas dinilai sangat strategis mendukung pengembangan metropolitan seperti Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, dan Purwodadi (Kedungsapur) di Jawa Tengah.

“Melalui forum konsultasi publik ini, para pemangku kepentingan harus mampu menyusun konsep untuk mengembangkan Bergas sesuai potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Dalam lima bulan kedepan, lanjut Nuki, harus sudah didapatkan lima hasil nyata. Di antaranya peta pengembangan wilayah dan dokumen kajian lingkungan hidup strategis (KLHS).

“Akhir tahun ini RDTR diharapkan dapat memasuki hatap legislasi menjadi peraturan kepala daerah,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama pula, Ketua DPRD Bondan Marutohening mengingatkan pengembangan Kecamatan Bergas tetap memperhatikan kearifan lokal. Termasuk kelestarian beberapa cagar budaya yang ada.(rd/*)

Tutup