Tahap Kedua, Boyolali Terima Tambahan 10.000 Dosis Vaksin untuk 5.000 Sasaran Baru

JATENG, (M-RADARNEWS.COM), –           Penyakit Vaksinasi Coronavirus (Covid-19) tahap kedua di Kabupaten Boyolali masih terus berlanjut oleh Dinas Kesehatan (Dinkes). Pada tahap kedua ini, vaksinasi lebih diprioritaskan pada guru dan pelayan publik yang ada di Kota Susu.

Diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina bahwa pihaknya mendapatkan tambahan vaksin sebanyak 10.000 dosis. Jumlah tersebut mampu digunakan untuk 5.000 sasaran baru yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), perbankan dan melanjutkan vaksinasi ke tenaga pendidik.

“Kita baru saja dapat menjatuhkan tambahan lagi sejumlah 10.000 dosis jadi bisa untuk 5.000 sasaran baru dan kita laksanakan mulai hari ini, Kamis-Sabtu, 4-13 Maret 2021,” kata Lina sapaan yang akrab Ratri S. Survivalina, Kamis (04/03) / 2021).

Bagi tenaga pendidik dan pelayan publik yang berada di kecamatan, pelaksanaan vaksinasi dilakukan di Puskesmas di masing-masing kecamatan.

“Kita sediakan sebanyak 2.200 sasaran yang dilaksanakan di kecamatan 22 kecamatan. Jadi per kecamatan ada 100 sasaran, ”terangnya.

Selain itu, pihaknya menyediakan empat lokasi yang dapat digunakan untuk melakukan vaksinasi bagi pelayan publik terutama OPD. Lokasi pertama berada di Dinkes Kabupaten Boyolali, lokasi kedua berada di Kompleks Perkantoran Terpadu di kawasan Alun Alun Lor yang digunakan untuk vaksinasi pegawai Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP).

Lokasi ketiga berada di Pendopo Gede yang digunakan oleh OPD sekitar seperti Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D), Badan Keuangan Daerah (BKD) dan lainnya. Serta lokasi keempat yang berada di Kantor Dinas Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Diskopnaker) yang digunakan vaksinasi pegawai kompleks perkantoran sebelah selatan seperti Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Pertanian dan lainnya.

“Setiap kali kita mendapatkan tambahan dropping vaksin langsung kita distribusikan langsung kita tindakan untuk pelaksanaan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk pedagang pasar dan lansia, pihaknya telah mengumpulkan data yang selanjutnya akan dilakukan vaksinasi dengan perlakukan khusus.

“Masyarakat berkesadaran tinggi untuk melaksanakan vaksin itu nanti akan muncul kelompok komunal atau kekebalan. Siapkah kelompok tersebut kemudian dengan perlahan-lahan kasus Covid-19 akan menghilang dengan sendirinya, ”harap Lina.

Angka kasus Covid-19 di Kota Susu tercatat sebanyak 5.547 dengan 44 dirawat, 154 menjalani isolasi mandiri. Selanjutnya selesai isolasi 5.142, dan meninggal 207. Dengan data tersebut, kondisi di Kabupaten Boyolali untuk menyatakan kesembuhan sebesar 92,7 persen, sedangkan proporsi kematian ada 3,7 persen. Berdasarkan indikator yang digunakan dalam sampel Covid-19 atas status risiko wilayah, Kabupaten Boyolali memiliki nilai 1,96 yang berarti berada di zona risiko atau zona oranye.

 

 

 

Penulis: Tim Diskominfo Boyolali

Tutup