Total Anggaran Rp 8,7 Miliar, Progres Pembangunan Alun-Alun Pancasila Masuki Tahap Akhir
JATENG, (M-RADARNEWS),- Progres pembangunan Alun-alun Pancasila sudah sampai memasuki tahap akhir, dengan nilai anggaran pembangunan sekitar Rp 8,7 miliar. Pembangunan Alun-alun Pancasila tersebut berada di lahan eks Pasar Cepogo, dilengkapi dengan patung Garuda megah menghadap Gunung Merapi dan 16 kios. Nantinya, kios tersebut akan diisi dengan produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal Kecamatan Cepogo.
Usai menghadiri acara Rapat Kerja Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah di Selo, Bupati Boyolali M. Said Hidayat menyempatkan diri meninjau lokasi pembangunan Alun-alun Pancasila yang didampingi oleh Sekda Masruri, pada Jumat, 26 Mei 2023 malam.
Pihaknya berharap agar proyek Alun-alun Pancasila segera selesai akhir bulan ini, dan bisa diresmikan pada saat peringatan Hari Lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni 2023 nanti.
“Setelah Alun-alun ini jadi, pada akhirnya nanti dapat bermanfaat pada masyarakat Kecamatan Cepogo dan masyarakat Kabupaten Boyolali pada umumnya,” ujarnya.
Bupati Said menjelaskan, Alun-alun Pancasila tersebut dilengkapi dengan patung Garuda megah berukuran 10×11 meter menghadap ke Gunung Merapi yang terbuat dari tembaga dan kuningan kerajinan Desa Tumang. Di samping patung Garuda dibangun dinding kokoh, untuk sebelah kanan dilengkapi dengan aksen lambang sila pertama hingga kelima dan sebelah kiri aksen tulisan sila pertama hingga kelima.
Disamping itu, sebelah selatan patung Garuda dibangun 16 kios dimana 15 kios diberi nama masing-masing desa di Kecamatan Cepogo, antara lain Bakulan, Cabean Kunti, Candigatak, Cepogo, Gedangan dan Genting. Selanjutnya Gubuk, Jelok, Jombong, Kembang Kuning, Mliwis, Paras, Sukabumi, Sumbung dan Wonodoyo. Kemudian satu kios lagi akan disediakan bagi masyarakat difabel Kecamatan Cepogo.
Adapun kios-kios tersebut diperuntukkan untuk pemasaran produk-produk UMKM lokal Kecamatan Cepogo dari masing-masing desa dan masyarakat difabel, sehingga dapat meningkatkan dari sisi perekonomian.
“Maka, inilah wujud langkah Pemerintah Kabupaten Boyolali dalam rangka memperhatikan. Ya istilahe, nek mbangun ki ojo enek sing kether (jangan ada yang tertinggal untuk kita pikirkan), termasuk saudara-saudara kita difabel,” ungkapnya. (rd/kf)







