Mendagri Pastikan Penanganan Gempa NTT Fokus Pulihkan Layanan Dasar
M-Radar News, Manggarai Barat – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat dalam menangani dampak gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Fokus utama penanganan tahap awal adalah penyelamatan korban dan pemulihan layanan dasar masyarakat.
Penanganan tersebut mencakup pemulihan kelistrikan, telekomunikasi, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), distribusi logistik, serta penanganan korban meninggal dan yang mengalami luka-luka. Mendagri juga menekankan pemberian bantuan mendesak seperti tenda dan makanan cepat saji bagi warga yang mengungsi.
Prioritas Pemulihan Layanan Dasar
Mendagri mengapresiasi kerja cepat berbagai pihak, termasuk PT PLN dan operator telekomunikasi, dalam memulihkan jaringan listrik dan komunikasi yang sangat penting untuk mendukung koordinasi dan mobilitas penanganan bencana di lapangan.
Selain itu, percepatan pembukaan akses jalan menjadi perhatian penting agar mobilitas masyarakat dan alat berat dapat berjalan lancar untuk penanggulangan bencana.
Pendataan Kerusakan dan Bantuan
Mendagri meminta pemerintah daerah melakukan pendataan menyeluruh terhadap kerusakan rumah dan fasilitas publik. Data ini menjadi dasar pemberian bantuan sesuai tingkat kerusakan, mulai dari ringan, sedang, hingga berat, serta dukungan bagi masyarakat yang masih mengungsi.
Selain rumah warga, kantor pemerintahan mulai dari tingkat kabupaten hingga desa dan kecamatan juga harus didata untuk menentukan kebutuhan perbaikan agar pelayanan publik tetap berjalan.
Koordinasi dan Posko Penanganan
Dalam rapat koordinasi penanganan gempa yang berlangsung secara hybrid dari Manggarai Barat, Mendagri menyarankan pembentukan dua posko utama di wilayah Flores, yaitu di Labuan Bajo untuk wilayah barat dan di Ende sebagai pusat wilayah timur, mengingat lokasi bandara utama berada di sana.
Dukungan Fiskal dan Sinergi Lintas Institusi
Mendagri menyoroti kondisi fiskal daerah terdampak yang terbatas dan menegaskan pemerintah pusat akan memberikan dukungan agar anggaran yang tersedia dapat segera dimanfaatkan untuk penanganan bencana. Ia juga menggarisbawahi pentingnya koordinasi antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah agar penanganan bencana berlangsung cepat sesuai tahapan mulai dari tanggap darurat, transisi, sampai rehabilitasi dan rekonstruksi.
Menurut Mendagri, setiap instansi harus segera bergerak sesuai kewenangannya, baik di bidang energi, listrik, jalan, maupun kesehatan guna mempercepat proses pemulihan.
Partisipasi Pejabat Terkait
Rapat koordinasi yang dipimpin Mendagri dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, serta pejabat terkait lainnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












