M-RADARNEWS.COM, JATIM – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta seluruh proyek infrastruktur pengendalian banjir di Kota Pahlawan segera dirampungkan. Instruksi tersebut disampaikan kepada Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) agar berbagai pekerjaan, mulai dari drainase hingga pembangunan rumah pompa, bisa selesai tepat waktu.

Kepala DSDABM Kota Surabaya, Syamsul Hariadi mengatakan, bahwa pihaknya telah diminta Wali Kota Eri Cahyadi agar seluruh proyek infrastruktur vital segera dirampungkan dalam waktu dekat. Untuk itu, pihaknya segera langsung menindaklanjuti arahan tersebut dengan menyiapkan langkah percepatan di lapangan.

“Bapak Wali Kota menginginkan semua proyek vital segera selesai. Bahkan diminta lembur kontraktornya, kalau bisa 24 jam. Jadi nanti kita usahakan, besok kita buat undangan teman-teman kontraktor yang belum selesai. Yang belum selesai itu rata-rata pekerjaan besar,” ujar Syamsul dikutib, pada Jumat (07/11/2025).

Menurutnya, pekerjaan yang belum rampung umumnya adalah proyek berskala besar, seperti pembangunan rumah pompa dan box culvert. “Pekerjaan besar seperti rumah pompa dan box culvert memang memerlukan waktu dan tenaga ekstra. Sementara untuk proyek kecil, sebagian besar sudah mencapai sekitar 70 persen,” jelasnya.

Syamsul menyebut, ada lima titik pembangunan rumah pompa yang masih berjalan, tersebar di sejumlah wilayah. “Lokasinya ada di Menanggal, Ahmad Yani, Ketintang Madya, Karah, dan satu lagi di Rungkut Menanggal,” ungkapnya.

Selain rumah pompa, DSDABM juga tengah menyelesaikan proyek drainase besar di kawasan diversi Gunungsari dan Babat Jerawat. “Kedua lokasi itu masih dalam proses, dan kami dorong agar bisa selesai sesuai jadwal,” katanya.

Untuk mempercepat pengerjaan, DSDABM meminta kontraktor bekerja dari dua arah secara bersamaan. “Di kawasan Gunungsari, misalnya, panjang pekerjaan sekitar 500 meter. Kami minta pengerjaan dilakukan dari arah barat dan timur agar lebih cepat bertemu di tengah,” terang Syamsul.

Tak hanya itu, pihaknya juga menekankan agar kontraktor menambah tenaga kerja dan ketersediaan material di lapangan. “Prinsipnya, semua sumber daya kita maksimalkan supaya target bisa tercapai,” ucapnya.

Demi memastikan pekerjaan sesuai rencana, DSDABM juga memperkuat sistem pengawasan mingguan bersama konsultan proyek. “Kita buat target mingguan yang jelas, kemudian evaluasi dilakukan secara berkala. Harapannya, pertengahan Desember nanti semua sudah tuntas,” tuturnya.

Lebih lanjut, Syamsul menilai percepatan proyek ini sangat penting karena intensitas hujan tinggi mulai terjadi sejak awal November. “Biasanya hujan turun bertahap, tapi sekarang langsung deras dari siang hingga malam. Ini menjadi alarm bagi kami untuk mempercepat seluruh persiapan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkot Surabaya juga telah menerima peringatan dini dari BMKG terkait potensi cuaca ekstrem hingga awal tahun depan. “BMKG sudah menyampaikan bahwa puncak hujan deras akan terjadi antara November 2025 sampai Januari 2026. Maka dari itu, kita harus siap sejak sekarang,” ungkapnya.

Syamsul menegaskan, upaya mitigasi tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga kesiapsiagaan petugas lapangan. “Kita pastikan personel satgas tetap siaga di titik-titik rawan genangan, sehingga penanganan bisa dilakukan dengan cepat,” pungkasnya. (by/*)

Spread the love