Penataan Pedestrian Jalan Ngurah Rai Jembrana Mulai Dikerjakan: Revitalisasi Pusat Kota Bernilai Rp14,7 Miliar
Langkah Awal Revitalisasi Koridor Utama Kota Negara
M-RadarNews – Pemerintah Kabupaten Jembrana resmi memulai proyek penataan kawasan Jalan Ngurah Rai, Kota Negara, dengan mengerjakan pembangunan pedestrian dan pembenahan sistem drainase. Proyek senilai Rp14,7 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Jembrana Tahun 2026 ini merupakan bagian dari program revitalisasi koridor Jalan Ngurah Rai, salah satu kawasan utama di pusat kota. Tahap awal pekerjaan meliputi pembongkaran saluran air di kedua sisi jalan serta perataan lahan di bekas pertokoan Jalan Pahlawan, tepat di sebelah barat Pasar Umum Negara.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan (PUPRP) Kabupaten Jembrana, I Nyoman Wiartha, menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya bertujuan memperindah kawasan perkotaan, tetapi juga memperbaiki kondisi trotoar yang sudah rusak dan meningkatkan kapasitas drainase untuk mengurangi genangan saat hujan deras. “Program ini tidak hanya memperindah kawasan perkotaan, tetapi juga memperbaiki kondisi trotoar yang sudah rusak dan meningkatkan kapasitas drainase agar mampu mengurangi genangan saat hujan deras,” ujar Wiartha.
Rincian Pekerjaan dan Target Waktu
Pedestrian akan dibangun di kedua sisi Jalan Ngurah Rai sepanjang sekitar 1,2 kilometer, mulai dari kawasan Jembatan Ijo Gading hingga Tugu Adipura. Namun, tidak seluruh ruas jalan dapat ditangani karena sebagian area masih menjadi aset Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW), termasuk kawasan di depan Pasar Umum Negara. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan rampung dalam waktu sekitar empat bulan, yaitu pada September hingga Oktober 2026.
| Komponen Pekerjaan | Detail |
|---|---|
| Panjang pedestrian | 1,2 km (kedua sisi) |
| Lokasi | Jembatan Ijo Gading hingga Tugu Adipura |
| Anggaran | Rp14,7 miliar (APBD 2026) |
| Target penyelesaian | September-Oktober 2026 |
| Fungsi utama | Trotoar, drainase, taman kota, penataan utilitas |
Penataan Taman Kota dan Ruang Terbuka
Selain pembangunan trotoar dan saluran drainase, proyek ini juga mencakup penataan taman kota di lahan kosong sebelah barat Pasar Umum Negara. Kawasan tersebut akan disulap menjadi ruang terbuka yang lebih tertata dan menambah nilai estetika pusat kota. Langkah ini diharapkan dapat menyediakan area publik yang nyaman bagi warga dan pengunjung, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di sekitar pasar.
Penataan Utilitas Bawah Tanah: Langkah Menuju Kota Rapi
Proyek ini juga menjadi langkah awal penataan utilitas bawah tanah. Jaringan telekomunikasi dan internet secara bertahap akan dipindahkan ke bawah permukaan tanah sehingga tiang serta kabel yang selama ini memenuhi sisi jalan dapat dikurangi. Penyedia layanan telekomunikasi yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) telah menyatakan dukungan terhadap rencana tersebut. Sementara itu, pemindahan jaringan listrik masih memerlukan kajian lebih lanjut mengingat kebutuhan investasi yang cukup besar.
“Penataan kabel bawah tanah akan dimulai dari jaringan provider telekomunikasi agar kawasan menjadi lebih rapi. Sedangkan jaringan listrik masih membutuhkan pembahasan lanjutan karena nilai investasinya cukup besar,” jelas Wiartha.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Lingkungan
Penataan pedestrian Jalan Ngurah Rai diharapkan memberikan dampak positif bagi berbagai pihak. Bagi pejalan kaki, trotoar yang baru akan meningkatkan keamanan dan kenyamanan, terutama di area pusat kota yang padat. Sistem drainase yang diperbaiki akan mengurangi risiko genangan dan banjir lokal saat hujan deras, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial tidak terganggu. Penataan taman kota juga memberikan ruang hijau yang dapat digunakan untuk bersantai dan berinteraksi.
Dari sisi estetika, penurunan tiang dan kabel telekomunikasi akan membuat koridor jalan terlihat lebih bersih dan modern. Hal ini dapat meningkatkan daya tarik investasi dan pariwisata di Kota Negara. Namun, pemindahan jaringan listrik yang masih dalam kajian menunjukkan bahwa masih ada tantangan pendanaan yang perlu diatasi.
Rencana Lanjutan: Evaluasi Papan Reklame
Ke depan, pemerintah daerah juga berencana menata berbagai elemen visual di sepanjang koridor Jalan Ngurah Rai, termasuk mengevaluasi keberadaan papan reklame berukuran besar di depan Kantor BPD Bali Cabang Negara. Rencana relokasi reklame tersebut saat ini masih dalam tahap kajian agar penempatannya tetap sesuai dengan konsep penataan kawasan perkotaan. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang tertata dan harmonis.
Kronologi dan Progres Terkini
- April 2026: Pengumuman proyek dan persiapan lahan.
- Mei 2026: Pembongkaran saluran air dan perataan lahan di Jalan Pahlawan.
- Juni 2026: Pembangunan pedestrian dan drainase dimulai.
- September-Oktober 2026: Target penyelesaian seluruh pekerjaan.
Proyek ini merupakan bukti nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan. Meskipun masih ada beberapa kendala, seperti aset BPPW dan kajian pemindahan jaringan listrik, langkah awal ini diharapkan menjadi fondasi bagi penataan kawasan yang lebih baik. Dengan selesainya proyek ini, Jalan Ngurah Rai tidak hanya akan menjadi koridor transportasi, tetapi juga ruang publik yang nyaman dan estetis bagi seluruh masyarakat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.










