M-RADARNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz mendorong pemerintah untuk semakin gencar mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan masker di ruang publik. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah penyebaran influenza A (H3N2) subklad K atau superflu, yang kini menjadi perhatian sejumlah negara.

Menurut Neng Eem, pencegahan harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Ia mengingatkan, bahwa superflu telah terdeteksi di beberapa negara seperti China, Korea Selatan, Jepang, Singapura, hingga Indonesia. Karena itu, pemerintah diminta tidak menunggu terjadinya lonjakan kasus sebelum mengeluarkan langkah antisipatif yang lebih kuat.

“Kami meminta pemerintah, terutama Kementerian Kesehatan, melakukan langkah antisipasi sejak dini. Sosialisasi penggunaan masker sangat penting karena terbukti efektif dalam menekan penyebaran virus pernapasan,” ujar Neng Eem dikutib dari fraksipkb, pada Selasa (06/01/2026).

Ia menjelaskan, bahwa penggunaan masker merupakan langkah berbasis bukti yang telah lama direkomendasikan untuk mencegah penularan melalui droplet dan aerosol. Risiko penularan jauh lebih tinggi di ruang publik yang padat, transportasi umum, fasilitas kesehatan, serta ruang dengan sirkulasi udara buruk.

Tak hanya fokus pada pencegahan di tingkat masyarakat, Neng Eem juga menyoroti kesiapan fasilitas kesehatan menghadapi potensi peningkatan kasus. Menurutnya, kesiapan tenaga medis, ketersediaan alat pelindung diri, sistem deteksi dini, hingga prosedur penanganan pasien harus diperkuat.

“Kesiapan fasilitas kesehatan sangat menentukan agar kasus tidak melonjak. Ini bukan untuk menciptakan ketakutan, tetapi bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi kesehatan masyarakat,” katanya.

Per 31 Desember 2025, 62 kasus superflu tercatat di Indonesia, tersebar di delapan provinsi. Jawa Timur (Jatim), Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Jawa Barat (Jabar), menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak.

Data ini, menurut Neng Eem, harus menjadi sinyal kuat bagi pemerintah untuk segera mempertebal langkah mitigasi. “Pencegahan jauh lebih murah dan lebih efektif dibandingkan penanganan ketika kasus sudah menyebar luas. Karena itu, koordinasi lintas sektor dan penguatan layanan kesehatan tidak boleh ditunda,” ujarnya.

Di samping itu, Neng Eem mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Ia menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk penggunaan masker dan imunisasi influenza.

“Imunisasi influenza membantu menurunkan tingkat keparahan jika terinfeksi. Ketiga langkah masker, kesiapan fasilitas kesehatan, dan imunisasi harus berjalan bersamaan untuk menekan dampak superflu,” pungkas Legislator dari Partai PKB itu.

 

 

 


Editor: Rachmad QHJ
Spread the love