JATENG, (M-RADARNEWS.COM), –             Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Klaten, Kartika Sari Handayani bah, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Klaten 2020 dalam pemilihan berat dan penuh tantangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kartika Sari Handayani pada kegiatan “Media Gathering” yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Klaten dengan mengundang para wartawan yang menguasai wilayah Klaten, Kamis (18/03/2021) di Karanganom, Klaten Utara.

Lebih lanjut Proposal Kartika,
proses pelaksanaan di tengah pandemi Covid-19. Ada tantangan berat di dalamnya yaitu; dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dalam setiap tahapan pelaksanaan Pilkada.

Ditambahkannya, KPU kerja tidak berhenti ketika pilkada usai tetapi setiap bulan KPU senantiasa melakukan koordinasi dengan instansi lain yang terkait dengan pemutakhiran pemilih data.

Sementara itu Samsul huda, anggota KPU dari Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilihan, mengatakan bahwa pilkada tahun 2020 adalah pilkada yang istimewa karena dilaksanakan di tengah pandemi. Banyak pihak yang awalnya meragukan kemampuan KPU melaksanakan pilkada di tengah pandemi. Sebagian orang memperkirakan tingkat partisipasi masyarakat akan terpuruk di bawah target.

Namun justru sebaliknya, pelaksanaan pilkada berjalan lancar dan sukses dengan partisipasi pemilih yang mencapai 88 persen. Menurut Samsul, ada peningkatan angka partisipasi masyarakat sebesar 14 persen dibanding pilkada sebelumnya.

Samsul Huda mengungkapkan, bahwa KPU Klaten juga berhasil mendapatkan predikat terbaik di Jawa Tengah dalam tahapan pencalonan.

Anggota KPU Klaten yang lain, Syamsul Maarif dari Divisi Pemutakhiran Data pemilih yang dilaksanakan di tengah wabah Covid-19, tahapan pemutakhiran data pemilih tetap terlaksana dengan baik.

Meski data yang diterima dari Dirjen Dukcapil pusat masih mentah namun dengan pemutakhiran data pemilih. Syamsul Maarif mengungkapkan, 65 pemilih pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Klaten tahun 2020 kemarin adalah pemilih dengan usia produktif.

Dengan adanya pemutakhitan data yang dilakukan, hasilnya hanya 0,35 persen warga yang belum terakomodasi dalam daftar pemilih tetap.

Disesi terakhir, Wandyo Supriyatno, Divisi Hukum, SDM dan Sosialisasi KPU Klaten menjelaskan tingkat partisipasi masyarakat berbanding lurus dengan kesadaran warga masyarakat terhadap penggunaan hak pilih. Pandemi Covid-19 tidak berpengaruh langsung terhadap tingkat partisipasi warga dalam Pilkada.

Peraturan dalam Panitia Badan Penyelenggara berubah drastis ketika pilkada dilaksanakan di tengah pandemi. Dicontohkan, misalnya usia yg seharusnya minimal 17 Tahun jadi minimal 20 Tahun. Usia juga maksimal 50 tahun. Dengan jumlah TPS sebanyak 2550 dan setiap TPS dengan personel sebanyak 9 orang, jelasnya.

Dalam Pilkada Tahun 2020 lalu terungkap adanya petugas penyelenggara yang meninggal karena kecelakaan dan karena sebab lain sebanyak lima orang. (dan)

Facebook Comments Box