M-RADARNEWS.COM, JATENG – Kuota jemaah haji Jawa Tengah pada 2026 ditetapkan sebanyak 34.122 orang, atau meningkat 3.745 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menegaskan, bahwa kenaikan kuota tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kesiapan layanan di lapangan.

Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Taj Yasin menyampaikan, bahwa pihaknya optimistis penyelenggaraan haji tahun ini akan berjalan lebih baik. Namun, ia menekankan bahwa seluruh pemangku kepentingan harus memastikan kesiapan pelayanan sejak keberangkatan hingga kepulangan jemaah.

“Kami harap penyelenggaraan haji 2026 bisa lebih baik lagi, dan kami yakin akan lebih baik,” ujarnya saat menerima kunjungan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah di Semarang, pada Senin (12/01/2026).

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah, Fitriyanto mengungkapkan, bahwa kuota haji provinsi tersebut mencakup jemaah reguler, prioritas lansia, pembimbing KBIHU, serta Petugas Haji Daerah.

Hingga kini, lanjut dia, calon jemaah yang sudah melakukan pelunasan biaya haji sudah melampuai kuota. Sampai Januari 2026, jumlah jemaah yang melakukan pelunasan sudah mencapai 34.518 orang, atau sekitar 102 persen dari kuota.

“Sehingga, Insyaallah kuota jemaah haji Jawa Tengah dapat diberangkatkan 100 persen, sepanjang tidak ada kendala seperti jemaah yang sakit, mengundurkan diri, dan sebagainya,” jelasnya.

Fitriyanto juga menyampaikan, bahwa terdapat perubahan mekanisme keberangkatan bagi jemaah haji Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jika sebelumnya seluruh jemaah melalui Embarkasi Solo di Asrama Haji Donohudan, kini sebagian akan diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA).

DIY yang sebelumnya transit di Donohudan, tahun ini menjadi embarkasi mandiri berbasis hotel, dengan penerbangan langsung melalui YIA. “Sekitar 81 persen jemaah tetap berangkat melalui Embarkasi Solo, sementara sisanya atau sekitar 25 kloter diberangkatkan dari Embarkasi YIA,” terang Fitriyanto.

Untuk jemaah yang melalui embarkasi YIA, fasilitas asrama haji akan memanfaatkan hotel yang telah ditetapkan, yaitu Hotel Ibis dan Novotel. Maskapai yang digunakan tetap Garuda Indonesia dengan pesawat Airbus A330 berkapasitas sekitar 360 penumpang.

Jadwal keberangkatan jemaah haji Jawa Tengah dijadwalkan dimulai pada 21 April 2026, yang akan memasuki asrama haji baik di Solo maupun Yogyakarta. Keesokan harinya, pada 22 April 2026, jemaah kloter pertama akan diterbangkan menuju Arab Saudi.

“Insyaallah, keberangkatan kloter pertama akan dimulai pada 21 April 2026 menuju Solo atau pun ke Yogyakarta, dan pada 22 April 2026 akan diberangkatkan ke Arab Saudi,” pungkas Fitriyanto.

Dengan adanya peningkatan kuota dan pembagian embarkasi baru ini, sinergi antara Pemprov Jateng dan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan jemaah. (ed/**)

Spread the love