Langkah Kecil Anak Muda Ciptakan Dampak Besar Bagi Lingkungan: Inspirasi dari Green Youth Bali

Langkah Kecil Anak Muda Ciptakan Dampak Besar Bagi Lingkungan: Inspirasi dari Green Youth Bali

M-RadarNews, Bali – Perubahan besar dalam menjaga lingkungan tidak selalu dimulai dari aksi berskala besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru mampu memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Pesan tersebut disampaikan Green Youth Putra Bali 2025 sekaligus Anggota Paguyuban Green Youth Bali, Yuda Septyadi saat mengisi Obrolan SPADA RRI Singaraja, Jumat (27/6/2026).

Kendati demikan, Yuda Septyadi mengajak generasi muda untuk mulai mengubah gaya hidup agar lebih ramah lingkungan melalui langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengubah Pola Pikir, Memulai dari Diri Sendiri

Menurut Yuda, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari diri sendiri sebelum mengajak orang lain melakukan hal yang sama. Salah satu kebiasaan yang dapat diterapkan ialah membawa tumbler dari rumah, menggunakan tas belanja pakai ulang, serta memilah sampah sesuai jenisnya.

“Kalau ingin peduli terhadap lingkungan, mulailah dari diri sendiri. Ubah pola pikir dan gaya hidup kita karena langkah kecil yang dilakukan secara konsisten sebenarnya memberikan dampak besar bagi lingkungan,” ujar Yuda, seraya menilai perubahan perilaku jauh lebih penting daripada sekadar menyalahkan kondisi lingkungan yang sudah tercemar.

Yuda juga menepis anggapan, bahwa hidup ramah lingkungan membutuhkan biaya mahal. Menurutnya, penggunaan tumbler justru lebih hemat dibandingkan membeli air minum kemasan setiap hari. Kebiasaan sederhana tersebut mampu mengurangi sampah plastik sekaligus menghemat pengeluaran dalam jangka panjang.

“Banyak yang mengira hidup ramah lingkungan itu mahal, padahal menurut saya itu hanya mitos. Membeli tumbler sekali bisa digunakan bertahun-tahun, jauh lebih hemat dibandingkan membeli botol minuman setiap hari,” kata Yuda.

Ia menambahkan, bahwa gaya hidup berkelanjutan sebenarnya memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus kondisi finansial masyarakat.

Langkah Kecil yang Berdampak Besar

Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang direkomendasikan Yuda untuk memulai gaya hidup ramah lingkungan:

  • Bawa tumbler sendiri ke mana pun Anda pergi untuk mengurangi sampah botol plastik sekali pakai.
  • Gunakan tas belanja pakai ulang saat berbelanja, baik di pasar tradisional maupun supermarket.
  • Pilah sampah sesuai jenisnya (organik, anorganik, dan residu) untuk memudahkan proses daur ulang.
  • Kurangi penggunaan sedotan plastik dengan beralih ke sedotan stainless atau bambu.
  • Kompos sisa makanan untuk mengurangi sampah organik yang berakhir di TPA.

Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan ini secara konsisten, dampak positifnya akan terasa dalam jangka panjang. Misalnya, jika satu orang mengurangi penggunaan 3 botol plastik per hari, dalam setahun ia telah menyelamatkan lebih dari 1.000 botol plastik dari mencemari lingkungan. Jika 1.000 orang melakukan hal yang sama, lebih dari 1 juta botol plastik dapat dihindari.

Peran Komunitas dalam Menggerakkan Perubahan

Selain mengubah kebiasaan pribadi, Yuda melihat semakin banyak anak muda yang mulai aktif berkontribusi melalui berbagai komunitas lingkungan. Ia mencontohkan kegiatan bersih pantai, aksi membersihkan sungai, hingga workshop pengolahan sampah organik yang rutin dilakukan Green Youth Bali bersama berbagai organisasi dan pemerintah daerah.

Kolaborasi tersebut menunjukkan, bahwa kepedulian generasi muda terhadap lingkungan masih sangat besar, terutama ketika diberikan ruang untuk berpartisipasi secara langsung.

Berikut adalah beberapa kegiatan yang telah dilakukan Green Youth Bali:

Kegiatan Frekuensi Dampak
Bersih Pantai Bulanan Rata-rata 500 kg sampah per aksi
Aksi Bersih Sungai Triwulan Mengurangi sampah di aliran sungai
Workshop Pengolahan Sampah Organik Bulanan Melatih 50+ peserta per sesi

Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak langsung terhadap lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa perubahan bisa dimulai dari aksi nyata. Green Youth Bali juga aktif mengedukasi masyarakat melalui media sosial dan seminar daring, menjangkau lebih banyak anak muda di seluruh Indonesia.

Tantangan dan Harapan untuk Bali

Di akhir obrolan, Yuda mengingatkan bahwa tantangan terbesar di Bali saat ini adalah menjaga citra daerah sebagai destinasi wisata yang bersih dan nyaman. Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memengaruhi sektor pariwisata yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, memperkuat pengetahuan tentang pengelolaan sampah, serta membangun kebiasaan positif sejak sekarang.

Bali menghadapi masalah serius terkait sampah plastik, terutama di musim hujan ketika sampah dari sungai terbawa ke laut dan mencemari pantai-pantai ikonik. Data dari Dinas Lingkungan Hidup Bali menunjukkan bahwa volume sampah di Bali mencapai 4.000 ton per hari, dengan 30% di antaranya adalah plastik. Tanpa intervensi serius, angka ini diprediksi akan terus meningkat seiring pertumbuhan pariwisata dan populasi.

Namun, Yuda optimis bahwa dengan langkah sederhana yang dilakukan bersama, lingkungan yang lebih bersih dan lestari bukan lagi sekadar harapan, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan bersama.

“Setiap individu memiliki kekuatan untuk membuat perubahan. Mulailah dari hal kecil, lakukan secara konsisten, dan ajak orang lain untuk ikut serta. Bersama, kita bisa menciptakan dampak besar bagi lingkungan,” pungkasnya.

Pesan Yuda menjadi pengingat, bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak harus dimulai dari aksi heroik. Kebiasaan sederhana seperti membawa tumbler, memilah sampah, dan bergabung dengan komunitas lingkungan adalah langkah awal yang bermakna. Di tangan generasi muda, harapan untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan semakin nyata. (*)

Tutup