Miliki Keunggulan Pariwisata Perhotelan, SMAS Swastyastu Abang Kebanjiran Siswa

Miliki Keunggulan Pariwisata Perhotelan, SMAS Swastyastu Abang Kebanjiran Siswa

M-RadarNews, Bali – Setiap tahun ajaran baru, pengelola sekolah swasta di Kabupaten Karangasem, Bali, kerap diliputi kekhawatiran akan minimnya jumlah pendaftar. Namun, fenomena berbeda terjadi di SMAS Swastyastu Abang. Sekolah yang terletak di Kecamatan Abang ini justru mengalami kelebihan pendaftar. Hingga batas akhir pendaftaran, jumlah siswa yang mendaftar mencapai 176 orang, melampaui kuota yang disediakan sebanyak 160 siswa.

Kepala SMAS Swastyastu Abang, I Ketut Marta Ariana mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme masyarakat. “Rencana awal kami menerima 4 kelas dengan total 160 siswa. Namun, pendaftar mencapai 176 orang, semuanya pilihan pertama. Kami masih mempertimbangkan apakah akan menerima 160 dan mengembalikan sisanya, atau mencari solusi bijak karena semua layak,” ujarnya.

Keunggulan Muatan Lokal Pariwisata Perhotelan

Marta Ariana menjelaskan, bahwa tingginya minat masyarakat mendaftar di SMAS Swastyastu Abang tidak terlepas dari keunggulan yang ditawarkan. Sejak berdiri pada tahun 2026, sekolah ini menambahkan muatan kurikulum lokal pariwisata perhotelan. “Jadi, siswa kami, meskipun SMA, diberikan satu tambahan muatan lokal yaitu pariwisata perhotelan, baik teori maupun praktik. Selama tiga bulan setelah siswa kelas sebelas naik ke kelas dua belas, mereka langsung terjun ke industri kerja di hotel-hotel dan villa. Pada akhir Agustus, siswa sudah kembali ke sekolah, mirip dengan SMK Negeri,” jelasnya.

Keunggulan ini menjadikan SMAS Swastyastu Abang berbeda dari SMA lainnya di Karangasem. Meskipun lokasinya di desa, sekolah ini mampu menjadi favorit di tengah keberadaan SMA dan SMK negeri di sekitarnya. Marta Ariana menambahkan, “Sekolah swasta yang sudah memiliki nama dan dipercaya masyarakat akan langsung didatangi pendaftar. Kualitas sekolah yang baik pasti akan dicari masyarakat, apalagi jika memiliki keunggulan yang tidak dimiliki sekolah lain.”

Perbandingan dengan Sekolah Lain

Aspek SMAS Swastyastu Abang SMA Negeri Umum SMK Pariwisata
Kurikulum SMA + muatan lokal pariwisata perhotelan SMA umum (tidak ada kejuruan) SMK full kejuruan
Prakerin 3 bulan di hotel/villa setelah naik kelas 12 Tidak ada Prakerin rutin sesuai jurusan
Ijazah Ijazah SMA Ijazah SMA Ijazah SMK
Biaya Swasta (lebih terjangkau dari SMK swasta) Negeri (gratis) Negeri/Swasta bervariasi

Dari tabel di atas, terlihat bahwa SMAS Swastyastu Abang menawarkan kombinasi unik: ijazah SMA dengan keterampilan pariwisata, tanpa harus masuk SMK. Hal ini menjadi daya tarik bagi orang tua yang menginginkan anaknya tetap mendapatkan pendidikan umum namun juga memiliki bekal kerja di sektor pariwisata.

Dampak dan Implikasi

Fenomena kebanjiran siswa di SMAS Swastyastu Abang memiliki beberapa dampak positif dan implikasi bagi dunia pendidikan di Karangasem:

  • Meningkatkan persaingan sehat antar sekolah: Sekolah negeri dan swasta lain terdorong untuk meningkatkan kualitas dan inovasi kurikulum agar tidak ditinggalkan.
  • Mengurangi beban sekolah negeri: Dengan banyaknya siswa yang memilih swasta, tekanan pada kapasitas SMA negeri di Karangasem dapat berkurang.
  • Mendorong pengembangan muatan lokal: Keberhasilan SMAS Swastyastu Abang bisa menjadi model bagi sekolah lain untuk mengadopsi muatan lokal yang relevan dengan potensi daerah, seperti pertanian, perikanan, atau kerajinan.
  • Menyiapkan tenaga kerja terampil: Lulusan dengan keterampilan perhotelan siap kerja, membantu industri pariwisata Bali yang membutuhkan banyak tenaga kerja.

Namun, ada pula tantangan yang harus dihadapi, seperti memastikan kualitas pengajaran muatan lokal tetap terjaga, serta mengelola jumlah siswa yang melebihi kapasitas tanpa menurunkan mutu pembelajaran.

Berikut kronologi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAS Swastyastu Abang dan sistem penerimaan siswa baru di Bali tahun 2026:

  1. Jalur prestasi dibuka dan ditutup pada 24 Juni 2026.
  2. Hasil seleksi jalur prestasi diumumkan pada 29 Juni 2026 secara terbuka.
  3. Pendaftaran tahap kedua melalui jalur domisili dibuka pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026.
  4. SMAS Swastyastu Abang menerima pendaftar hingga melebihi kuota pada periode tersebut.
  5. Sekolah masih menunggu keputusan akhir mengenai penerimaan 176 pendaftar.

Marta Ariana berharap pihak sekolah dapat menemukan solusi terbaik agar semua siswa yang berminat dapat tertampung, misalnya dengan menambah kelas atau mencari ruang belajar alternatif.

Keberhasilan SMAS Swastyastu Abang menarik minat masyarakat di tengah dominasi sekolah negeri membuktikan bahwa inovasi dan kualitas pelayanan menjadi kunci. Dengan mengintegrasikan muatan lokal pariwisata perhotelan, sekolah ini tidak hanya menawarkan pendidikan formal, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan praktis yang langsung dibutuhkan industri.

Langkah ini patut diapresiasi dan dijadikan contoh bagi sekolah swasta lain di daerah yang ingin bertahan dan bersaing. Semoga ke depannya, semakin banyak sekolah yang berani berinovasi demi mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan global. (*)

Tutup