Fokus Pemulihan dan Bantuan Berbagai Sektor. Bantuan Rp10 Juta untuk Pedagang, Rp60 Juta Rumah Terdampak Bencana
M-RADARNEWS.COM, BALI – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan, bahwa mulai Rabu 17 September 2025, status Darurat Bencana resmi berubah menjadi status Transisi Darurat Kepemulihan hingga 17 Desember 2025, selama tiga bulan didasari pertimbangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, BMKG, dan Kaji Cepat BPBD Kota Denpasar. Pernyataan itu disampaikan Jaya Negara, pada Selasa (16/09/2025).
“Berdasarkan dari arahan Bapak Gubernur (Wayan Koster), kajian dari BMKG, dan juga Kaji Cepat BPBD Kota Denpasar. Maka status Darurat Bencana kami rubah menjadi status Transisi Darurat Kepemulihan, yang berlaku dari tanggal 17 September sampai dengan 17 Desember 2025, selama tiga bulan,” ujarnya.
Dilanjutkan, di status pemulihan ini ada beberapa kegiatan di berbagai sektor, antara lain Sektor Pendidikan berupa pemberian bantuan perlengkapan pembelajaran dan seragam sekolah.
“Dari laporan tanggap darurat, pendidikan itu sudah bisa pulih dengan baik, dari sisi infrastrukturnya. Semua sekolah-sekolah yang terdampak sudah bisa kembali melaksanakan pendidikan dengan baik,” tuturnya.
Namun dari sisi anak sekolah, juga ada pemberian bantuan seperti buku tulis, baju, sepatu, dan tas. Sedangkan dari sisi kesehatan, Jaya Negara mengungkapkan, bahwa akan memberikan pelayanan kesehatan gratis di lokasi-lokasi terdampak.
“Dari segi infrastruktur lainnya atau penguatan ekonomi, kami sudah mendata semua pedagang atau yang punya usaha laundry segala macam yang terdampak, kita akan data melalui kepala desa/lurah itu kita akan bantu dan diberikan bantuan hingga Rp10 juta. Sedangkan untuk rumah yang terdampak akan dibantu oleh BNPB pusat sesuai verifikasi data, itu bantuannya maksimal Rp60 juta,” imbuhnya.
Lebih jauh Jaya Negara menyampaikan, Gubernur Koster berkomitmen akan memberikan bantuan untuk 638 pedagang di Pasar Kumbasari dan Pasar Badung senilai 4.6 miliar.
“Semoga masa transisi pemulihan ini dapat berjalan lancar dengan dukungan seluruh masyarakat. Mari kita tetap bergotong royong, saling menguatkan, dan menjaga semangat bersama demi Denpasar yang pulih, bangkit, dan semakin kuat,” tutupnya. (rd/*)
