Perumusan Sertifikasi Kesiapsiagaan Bencana untuk Dunia Usaha, Kalaksa BPPD Bali: Ini Salah Satu Inovasi Berikan Rasa Aman dan Nyaman

BALI, (M-RADARNEWS.COM), –          Bali sebagai tujuan pariwisata dunia, terletak di wilayah rawan bencana. Potensi bencana yang tersimpan Potensi kemakmuran salah satunya melalui pariwisata. Pariwisata yang dikedepankan adalah pariwisata yang berbudaya, yang mengutamakan alam dan lingkungannya serta aman terhadap bencana yang memungkinkan berkelanjutan dan berkualitas.

5 elemen kunci yaitu: Pemahaman risiko bencana, Fasilitas keamanan bencana, Tata kelola risiko bencana, Manajemen kedaruratanserta, Perencanaan Kesinambungan Bisnis. Kesemuanya ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak melalui penta helix yang ada di dalamnya termasuk masyarakat, pemerintah, dunia usaha, media massa dan akademisi. Salah satu inovasi yang mendukung konsep keselamatan yang dicoba dibangun di Bali adalah Sertifikasi Kesiapsiagaan Bencana.

Perumusan sertifikasi kesiapsiagaan dilaksanakan di ruang UPTD. Pengendalian Bencana BPBD Provinsi Bali yang dipimpin langsung oleh Kalaksa BPBD Provinsi Bali pada hari, Rabu (15/1/2020). “Ini adalah salah satu inovasi yang belum ada di wilayah lain yang menawarkan rasa aman dan nyaman. Dari sisi bangunan, sarana prasarana, sumber daya manusia yang memperbaiki logistik, kompilasi, semua bahan bangunan. Kita akan memperkuat kualitas di dalam pelaksanaan bukan hanya di dunia saja, tetapi juga di luar negeri, ”ujar Made Rentin, Kalaksa BPBD Provinsi Bali.

Penyusunan sertifikasi hanya untuk hotel, namun untuk semua, seperti restoran, mal, rumah sakit, teater, perkantoran dan lainnya. Kegiatan “Sertifikasi Kesiapsiagaan Bencana untuk Dunia Usaha” pada diluncurkan sejak tahun 2014 hingga tahun 2018 dengan menyasar 64 dunia usaha dari hotel, rumah sakit hingga restoran dan dibranding kembali menjadi ‘Sertifikasi Kesiapsiagaan Bencana’ dalam bentuk legalisasi yang lebih kuat dan berfungsi yang lebih baik di tahun 2020 ini.

Dengan menggabungkan legalisasi dalam bentuk Pergub, akan dikuatkan sumber daya manusia untuk menyediakan pemahaman dan edukasi terhadap masyarakat, dalam rangka memfasilitasi kegiatan ini benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Bali dan wisatawan yang berlibur di Bali.

Sumber: Kasie Pengendalian Operasi BPPD Bali

Tutup