PLN Lakukan Perabasan Pohon di Situbondo untuk Jaga Keandalan Listrik, Libatkan Masyarakat dalam Pengawasan

PLN Lakukan Perabasan Pohon di Situbondo untuk Jaga Keandalan Listrik, Libatkan Masyarakat dalam Pengawasan

M-RADARNEWS.COM, JATIM – PT PLN (Persero) terus berupaya menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh wilayah Indonesia, salah satunya melalui kegiatan perabasan pohon secara rutin. Pada Selasa, 23 Juni 2026, PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, melakukan perabasan pohon di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih. L

Kegiatan ini merupakan bagian dari pemeliharaan jaringan listrik untuk mencegah gangguan yang dapat disebabkan oleh ranting atau dahan pohon yang mendekati kabel listrik, terutama saat kondisi cuaca ekstrem.

Pohon yang tumbuh terlalu dekat dengan jaringan listrik menjadi salah satu penyebab utama gangguan pasokan listrik, terutama di daerah pedesaan yang dikelilingi vegetasi lebat. Ketika angin kencang atau hujan deras melanda, ranting dan dahan dapat patah dan menyentuh kabel, menyebabkan korsleting, percikan api, bahkan pemadaman listrik. PLN ULP Asembagus, yang bertanggung jawab atas wilayah Situbondo bagian timur, secara proaktif melakukan perabasan untuk memastikan ruang bebas jaringan tetap aman.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Situbondo, Teguh Budi Oktavianto menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif yang terencana. “Kami melakukan perabasan pohon, ranting, dan dahan yang terlalu dekat dengan jaringan listrik, terutama saat terjadi hujan, angin kencang, maupun kondisi cuaca ekstrem,” ujarnya.

Dengan demikian, risiko gangguan listrik dapat diminimalkan, dan pelayanan kepada pelanggan tetap optimal.

Kegiatan perabasan pohon di Desa Sumberanyar, dilakukan oleh tim teknis dari ULP Asembagus, pada pagi hari. Tim menggunakan peralatan seperti gergaji mesin dan alat pemotong tinggi untuk menjangkau dahan yang sulit. Area yang menjadi fokus adalah sepanjang jalur distribusi listrik yang melintasi pemukiman dan lahan pertanian. Proses perabasan dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak pohon secara berlebihan dan tetap menjaga keseimbangan lingkungan.

Selain perabasan, tim juga melakukan inspeksi visual terhadap tiang listrik, isolator, dan kabel untuk memastikan tidak ada kerusakan lain. Data gangguan historis di wilayah tersebut menunjukkan bahwa pohon menjadi penyebab utama pemadaman, terutama pada musim hujan. Oleh karena itu, perabasan dilakukan secara berkala, setidaknya setiap tiga bulan sekali, atau lebih sering jika ada laporan dari masyarakat.

Keandalan pasokan listrik sangat penting bagi aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari penerangan, pengoperasian alat elektronik, hingga usaha kecil dan menengah. Dengan perabasan pohon, risiko pemadaman mendadak dapat ditekan. Masyarakat Desa Sumberanyar dan sekitarnya pun dapat menikmati listrik yang lebih stabil, terutama saat cuaca buruk.

Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan aspek keselamatan. Pohon yang terlalu dekat dengan jaringan listrik dapat menimbulkan bahaya serius, seperti korsleting yang memicu kebakaran, atau risiko tersengat listrik jika seseorang secara tidak sengaja menyentuh kabel yang terputus. Dengan menjaga jarak aman antara pohon dan kabel, potensi kecelakaan dapat diminimalkan. Teguh menambahkan,

“Pohon yang terlalu dekat dengan jaringan listrik dapat menimbulkan risiko bahaya, mulai dari korsleting, percikan api, hingga potensi tersengat listrik,” jelasnya.

PLN ULP Asembagus tidak hanya bekerja sendiri. Masyarakat diimbau untuk ikut berperan dalam menjaga keamanan jaringan listrik. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan masyarakat:

  • Menanam pohon dengan jarak aman dari jaringan listrik, minimal 3 meter untuk pohon kecil dan lebih jauh untuk pohon besar.
  • Melaporkan kepada PLN jika melihat pohon atau ranting yang berpotensi mengganggu jaringan, melalui aplikasi PLN Mobile atau call center 123.
  • Tidak melakukan pemangkasan pohon secara mandiri di sekitar kabel listrik, karena berbahaya dan dapat menyebabkan kecelakaan.

Dengan partisipasi aktif, masyarakat dapat membantu PLN menjaga keandalan listrik di lingkungan mereka. “Kami mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga keamanan jaringan listrik,” kata Teguh.

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut adalah data gangguan listrik akibat pohon di wilayah ULP Asembagus selama enam bulan terakhir:

Bulan Jumlah Gangguan Penyebab Pohon Lama Padam Rata-rata (menit)
Januari 2026 12 8 45
Februari 2026 10 6 30
Maret 2026 8 5 25
April 2026 7 4 20
Mei 2026 5 3 15
Juni 2026 (hingga 23) 2 1 10

Data menunjukkan tren penurunan gangguan setelah perabasan rutin dilakukan, membuktikan efektivitas program ini.

Kegiatan perabasan pohon ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memberikan pelayanan kelistrikan yang andal dan aman. Di tingkat nasional, PLN telah menetapkan target pengurangan gangguan yang disebabkan oleh faktor eksternal, termasuk vegetasi. Inovasi seperti penggunaan drone untuk inspeksi jaringan juga mulai diterapkan di beberapa daerah untuk mendeteksi pohon berbahaya secara lebih efisien.

Selain itu, PLN juga menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan dinas kehutanan untuk melakukan penanaman pohon pengganti di lokasi yang aman, sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga.

“Kegiatan ini membuktikan bahwa PLN menunjukkan kinerja nyata dalam menjaga keandalan pasokan listrik, meningkatkan keselamatan masyarakat, serta memberikan pelayanan kelistrikan yang aman dan berkualitas bagi pelanggan,” imbuh Teguh.

Perabasan pohon mungkin tampak sebagai kegiatan rutin yang sederhana, namun dampaknya sangat besar bagi kehidupan masyarakat. Setiap ranting yang dipotong adalah investasi untuk mencegah pemadaman, setiap dahan yang dijauhkan dari kabel adalah upaya menyelamatkan nyawa.

Di tengah tantangan perubahan iklim yang meningkatkan frekuensi cuaca ekstrem, langkah preventif seperti ini menjadi semakin krusial. PLN ULP Asembagus telah menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang matang dan partisipasi masyarakat, keandalan listrik bukanlah hal yang mustahil.

Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain, dan masyarakat pun semakin sadar akan pentingnya menjaga jarak aman antara pohon dan jaringan listrik. Dengan begitu, listrik yang andal bukan hanya menjadi harapan, tetapi kenyataan sehari-hari. (*)

Tutup