Presiden RI Terima Surat Kepercayaan dari Sembilan Dubes Negara Sahabat di Istana Merdeka
M-RADARNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) menerima surat kepercayaan dari sembilan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (Dubes LBBP) negara-negara sahabat, pada Kamis, 15 Februari 2024, di Istana merdeka, Jakarta.
Prosesi penyerahan surat kepercayaan diawali dengan ketibaan duta besar di halaman Istana Merdeka secara berurutan. Setelah dikumandangkan lagu kebangsaan, masing-masing dubes menuju ruang tunggu untuk kemudian diterima langsung oleh Presiden Jokowi di Ruang Kredensial.
Berikut nama sembilan dubes negara sahabat tersebut :
1. Raman Ramanouski, Duta Besar LBBP Republik Belarus;
2. Armin Limo, Duta Besar LBBP dari Bosnia dan Herzegovina;
3. Weddady Ould Sidi Haiba, Duta Besar LBBP Republik Islam Mauritania;
4. Masaki Yasushi, Duta Besar LBBP Jepang;
5. Yasser Hassan Farah Elshemy, Duta Besar LBBP Republik Arab Mesir;
6. Md. Tarikul Islam, Duta Besar LBBP Republik Rakyat Bangladesh;
7. Hassane Rabehi, Duta Besar LBBP Republik Demokratik Rakyat Aljazair;
8. Cristina González, Duta Besar LBBP Republik Oriental Uruguay; dan
9. Miguel De Mascarenhas De Calheiros Velozo, Duta Besar LBBP Republik Portugal.
Dalam jumpa pers, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, baru saja Bapak Presiden menerima surat-surat kepercayaan dari duta besar negara sahabat untuk Republik Indonesia dan kebetulan duta besar tersebut semuanya berdomisili di Jakarta.
“Yaitu duta besar belarus Bosnia dan Herzegovin, Mauritania , Jepang, Mesir, Bangladesh, Algeria, Uruguay dan Portugal,” katanya.
Retno menjelaskan, sampai November tahun lalu perdagangan kita dengan Mesir sudah hampir Rp5 miliar dengan surplus lebih dari 1 miliar.
Selanjutnya, dari sisi investasi Mesir juga merupakan tujuan investasi.Investor Indonesia outbond investment di situ ada Indofood ada keda group dan lain-lain. Sementara, untuk Aljazair perusahaan minyak negara kita, pertamina banyak melakukan kerja sama.
“Aljazair masih di bidang ekonomi terutama di bidang perdagangan kita terus berupaya untuk memperkokoh perjanjian-perjanjian perdagangan atau sedang menegosiasikannya,” tambah Retno.
Lebih lanjut Menlu menuturkan, misalnya dengan Jepang protokol perubahan untuk Indonesia Jepang Economic Partnership agreement sudah selesai tinggal ditandatangani. Kemudian dengan Bangladesh dan Belarus, pihaknya sedang melakukan negosiasi untuk PTA dan juga dengan FTA.
“Kita dari 2019 sampai 2022 mengalami kenaikkan yang sangat signifikan kenaikannya. Dengan Mauritania juga kita terus memperkuat hubungan ekonomi. Sekali lagi, dengan negara lain tersebut kita berusaha untuk memperkokoh kerjasama ekonomi dan juga kerja sama perlindungan,” jelasnya
Lebih jauh Retno menambahkan, kemudian dengan negara Uruguay cukup banyak warga negara Indonesia yang bekerja di Uruguay demikian juga dengan Mesir dan Jepang.
“Besok saya akan menerima satu persatu dari sembilan duta besar tersebut di Kemenlu, dan kita akan memperdalam lebih lanjut program prioritas beliau selama menjadi duta besar di Indonesia. Tetapi gambarannya adalah diplomasi ekonomi dan perlindungan menjadi salah satu prioritas dengan negara tersebut,” pungkasnya. (yn/*)








