M-RADARNEWS.COM, JATIM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, memberikan pelatihan keterampilan anyaman kreatif kepada warga binaan perempuan sebagai upaya pembinaan sekaligus pemulihan kepercayaan diri. Kegiatan tersebut digelar di blok hunian perempuan, pada Sabtu (20/12/2025).

Puluhan warga binaan tampak antusias mengikuti pelatihan pembuatan tas anyaman, yang menghadirkan narasumber seorang guru taman kanak-kanak (TK) yang juga berpengalaman sebagai praktisi dan produsen tas anyaman.

Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa mengatakan, pelatihan ini tidak berorientasi pada keuntungan finansial, melainkan menitikberatkan pada proses pembinaan mental dan produktivitas warga binaan.

“Program ini kami rancang sebagai sarana rehabilitasi mental. Melalui kegiatan kreatif, warga binaan dapat kembali menemukan rasa percaya diri dan menyadari potensi yang mereka miliki,” ujar Wayan Nurasta.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali teknik pembuatan berbagai jenis tas anyaman yang sesuai dengan kebutuhan pasar, mulai dari tas fesyen berukuran kecil, tas untuk kegiatan sosial seperti pengajian dan hajatan, hingga tas souvenir untuk acara aqiqah dan pemberian hadiah.

Menurutnya, selain meningkatkan keterampilan teknis sebagai bekal kemandirian ekonomi setelah masa pidana berakhir, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap kondisi psikologis warga binaan.

“Harapannya, pola pikir warga binaan menjadi lebih kreatif dan inovatif, sehingga tercipta suasana hunian yang lebih harmonis dan produktif,” pungkas Kalapas Banyuwangi.

Pelatihan ini membuktikan, bahwa keterbatasan ruang di dalam lapas tidak menjadi penghalang untuk berkarya. Melalui tangan-tangan terampil dan semangat yang terus dipupuk, warga binaan perempuan Lapas Banyuwangi, mampu menghasilkan produk bernilai guna sekaligus merajut harapan menuju masa depan yang lebih baik. (by/**)

Spread the love