M-RADARNEWS.COM, JATIM – SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi (Smuhero), kembali menggelar Modification Contest Season 2 Tahun 2025 tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK. Ajang kreativitas otomotif pelajar ini berlangsung di halaman SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi, Sabtu (13/12/2025), dan diikuti ratusan peserta dari lokal hingga luar daerah.
Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi, Fahima Sholatin, M.Pd., mengatakan, kontes modifikasi sepeda motor tersebut merupakan kegiatan tahunan yang kini memasuki tahun kedua pelaksanaan.
“Kontes modifikasi ini kami selenggarakan untuk mewadahi kreativitas siswa di bidang otomotif, khususnya modifikasi sepeda motor. Ini adalah batch kedua atau tahun kedua kami melaksanakan kegiatan ini,” ujarnya.
Kontes tersebut terbuka bagi pelajar SMP, SMA, dan SMK dengan sejumlah kelas perlombaan, di antaranya kelas Standar, Sanmori, hingga Sanmori Sport. Antusiasme peserta pun dinilai sangat tinggi. “Alhamdulillah, peminatnya cukup banyak dan anak-anak sangat antusias,” kata Fahima.
Ia menyebutkan, para peserta tidak hanya berasal dari internal sekolah, tetapi juga dari berbagai sekolah di Banyuwangi, serta luar daerah seperti Situbondo dan Bondowoso. Total hadiah yang diperebutkan dalam ajang ini mencapai Rp20 juta, berupa uang pembinaan, piagam, sertifikat penghargaan, dan trofi.
Untuk menjamin kualitas penilaian, panitia menghadirkan juri profesional dari luar daerah. “Kami bekerja sama dengan juri profesional, salah satunya Pak Aditya dari Kediri,” tambahnya.
Sementara Ketua Panitia Modification Contest 2025, Mohammad Bagir menjelaskan, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Jumat (12/12/2025), dengan proses loading in peserta.
“Kegiatan loading dimulai Jumat sore, namun karena faktor cuaca hujan, jadwal molor hingga pukul 23.00 WIB. Pada Sabtu pagi, loading kembali dilanjutkan dari pukul 07.00 sampai 09.30 WIB, kemudian dilanjutkan pembukaan dan penjurian,” jelasnya.
Untuk kategori lomba, panitia membuka tiga kelas untuk tingkat SMP, yakni Standar Harian, Sanmori, dan Harget. Sementara untuk tingkat SMA/SMK dibuka lima kelas, yaitu Standar Harian, Touring, Harget, Sanmori, dan Sanmori Sport.
“Total peserta tercatat sekitar 155 orang, lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Peserta SMP sekitar 34 orang, sedangkan SMA/SMK sekitar 120-an, meski ada beberapa yang berhalangan hadir karena kendala teknis,” ungkap Bajir.
Ia menambahkan, dibandingkan pelaksanaan perdana sebelumnya, Season 2 ini mengalami banyak peningkatan. “Untuk sesi kedua ini, alhamdulillah sekitar 95 persen sudah kami optimalkan, mulai dari sistem penjurian, administrasi, hingga piagam dan sertifikat pemenang,” katanya.
Sementara itu, Aditya Rahmat Rizal selaku juri modifikation contest menilai kegiatan ini sangat positif dalam mendukung kreativitas pelajar di bidang otomotif. Menurutnya, setiap kelas memiliki regulasi dan kriteria penilaian yang berbeda.
“Setiap kelas memiliki sekitar tujuh poin regulasi penilaian. Ini penting agar modifikasi tetap mengedepankan aspek keselamatan (safety riding),” jelasnya.
Ia juga berharap, ke depan ajang tersebut dapat dikembangkan dengan membuka kategori umum. “Harapannya tahun depan bukan hanya untuk pelajar, tapi juga dibuka untuk umum agar pesertanya bisa lebih luas, bahkan dari luar kota,” ujarnya.
Aditya menambahkan, pada pelaksanaan tahun ini kelas Touring menjadi salah satu kategori yang paling diminati peserta. “Kelas Touring terlihat paling ramai dan sangat diminati,” pungkasnya. (by)
