M-RADARNEWS.COM, JAKARTA – Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu memadati kantor Bupati Pati, menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya. Demonstrasi yang berlangsung, pada Rabu (13/08/2025), sempat diwarnai ketegangan, namun berhasil dikendalikan.

“Walaupun ada kegiatan anarkis, situasi bisa dikendalikan. Masyarakat yang ingin bertemu DPRD diterima dengan baik dan berdiskusi,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Kompleks Bulog Kanwil DKI Jakarta, Kamis (14/08/2025).

Baca juga: Demo di Depan Kantor Bupati Pati Berakhir Ricuh, 34 Luka dan 11 Provokator Diamankan

Jenderal Sigit menegaskan, Polri selalu memberikan ruang dan memfasilitasi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, namun meminta aksi dilakukan secara tertib.

“Intinya Polri selalu memfasilitasi. Polri tidak akan menghalangi, bahkan membantu mediasi, Namun pesan saya tolong dilaksanakan dengan tertib” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, massa mengecam kepemimpinan Bupati Sudewo yang dianggap arogan, dan tidak berpihak kepada rakyat. Setelah kericuhan sempat pecah sekitar pukul 11.00 WIB, Bupati Sudewo akhirnya keluar untuk menemui para demonstran. Ia meminta maaf dan berjanji akan memperbaiki kinerjanya.

Namun, suasana kembali memanas saat sebagian massa melemparkan botol air mineral ke arah bupati. Petugas kepolisian dengan sigap langsung mengamankan Sudewo, dan membawanya kembali masuk ke kantor bupati. (by/div)

Spread the love