Truk Bermuatan Kayu dan Keramik Terguling di Yeh Sumbul, Arus Lalu Lintas Bali-Jawa Tersendat
M-RadarNews, Bali – Kecelakaan tunggal melibatkan truk pengangkut kayu dan keramik terjadi di kawasan Jembatan Yeh Sumbul, Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, pada Kamis (25/6/2026) siang. Insiden yang terjadi sekitar pukul 12.00 WITA ini sempat menyebabkan arus lalu lintas di jalur utama penghubung Bali dan Jawa tersendat. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Truk Isuzu bernomor polisi W 8796 QB yang dikemudikan oleh Syarif Tullah, warga Rawa Rengas, Tangerang, Banten, melaju dari arah barat menuju timur. Saat melintas di jalur menurun menuju Jembatan Yeh Sumbul, kendaraan tiba-tiba kehilangan keseimbangan. Menurut Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika, kecelakaan diduga dipicu oleh kondisi jalan yang berlubang.
“Truk melaju dari arah barat menuju timur. Ketika melintas di jalan menurun dekat Jembatan Yeh Sumbul, kendaraan melindas lubang di badan jalan dan oleng. Pengemudi tidak dapat menguasai kendaraan sehingga truk terguling ke sisi kanan jalan,” jelas Kompol Sartika saat dikonfirmasi.
Akibat badan truk yang menutupi sebagian ruas jalan, arus lalu lintas di jalur utama yang menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk (Bali) dengan Jawa mengalami kemacetan. Petugas kepolisian dari Polsek Mendoyo segera menerapkan sistem buka tutup untuk mengurai antrean kendaraan. Proses evakuasi dilakukan dengan memindahkan sebagian muatan kayu dan keramik menggunakan alat berat sebelum truk dapat dievakuasi sepenuhnya.
Berikut adalah rincian penanganan di lokasi:
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Waktu Kejadian | Kamis, 25 Juni 2026, pukul 12.00 WITA |
| Lokasi | Jembatan Yeh Sumbul, Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana |
| Kendaraan | Truk Isuzu W 8796 QB |
| Muatan | Kayu dan keramik |
| Korban | Tidak ada (pengemudi selamat) |
| Penyebab Diduga | Jalan berlubang di jalur menurun |
| Penanganan | Sistem buka tutup, evakuasi muatan, dan derek |
“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Saat ini, petugas masih melakukan penanganan dan evakuasi kendaraan agar arus lalu lintas kembali normal. Proses evakuasi berlangsung beberapa jam hingga truk berhasil ditarik ke posisi aman,” ujar Kompol Sartika.
Kecelakaan ini kembali menyoroti kondisi infrastruktur jalan di kawasan Jembrana, khususnya ruas jalan menurun dekat Jembatan Yeh Sumbul. Lubang di badan jalan menjadi faktor utama yang memicu truk oleng.
Menurut data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jembrana, ruas jalan ini memang termasuk dalam daftar prioritas perbaikan, namun realisasi perbaikan masih terkendala anggaran. Kondisi jalan yang bergelombang dan berlubang sering kali menjadi momok bagi pengemudi truk bermuatan berat, terutama saat melintas di jalur menurun yang membutuhkan konsentrasi ekstra.
Kemacetan yang ditimbulkan akibat kecelakaan ini tidak hanya merugikan pengemudi truk, tetapi juga masyarakat sekitar dan wisatawan yang hendak menyeberang ke Jawa. Jalur Gilimanuk-Ketapang merupakan urat nadi transportasi barang dan penumpang antara Bali dan Jawa. Setiap gangguan di jalur ini berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, seperti keterlambatan pengiriman logistik dan biaya operasional kendaraan yang membengkak. Berikut adalah poin-poin dampak yang dirasakan:
- Antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer, memperlambat perjalanan.
- Pengemudi truh lain terpaksa menunggu hingga jalur benar-benar bersih.
- Warga sekitar melaporkan kebisingan dan polusi udara akibat mesin kendaraan yang menyala lama.
- Potensi kecelakaan susulan meningkat jika pengemudi tidak sabar dan memaksakan diri.
Kepolisian mengimbau para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintas di jalur menurun dan ruas jalan yang rusak. “Kami mengingatkan agar pengemudi selalu memeriksa kondisi kendaraan, mengurangi kecepatan, dan waspada terhadap lubang di jalan,” tegas Kompol Sartika.
Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk segera menambal lubang-lubang yang membahayakan. Masyarakat juga diharapkan proaktif melaporkan kerusakan jalan kepada pihak berwenang.
Di balik selamatnya pengemudi dan tidak adanya korban jiwa, insiden truk terguling di Yeh Sumbul menjadi pengingat akan pentingnya infrastruktur jalan yang layak dan kewaspadaan berkendara. Lubang di jalan bukan sekadar gangguan kecil, melainkan ancaman nyata yang bisa memicu kecelakaan fatal. Saat truk berisi kayu dan keramik itu terguling, bukan hanya muatan yang berantakan, tetapi juga kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat yang ikut terhambat. Semoga peristiwa ini mendorong perbaikan jalan yang lebih responsif, sehingga jalur penghubung Bali-Jawa tidak lagi menjadi lintasan yang menegangkan. (*)










