Bruno Guimaraes Gagal Penalti, Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026
M-Radar News,
Keputusan kontroversial menunjuk Bruno Guimaraes sebagai eksekutor penalti menjadi sorotan setelah Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026. Tim Samba kalah 1-2 dari Norwegia pada babak 16 besar di New Jersey, Minggu (5/7/2026) malam. Guimaraes gagal memanfaatkan peluang emas di babak pertama yang berujung pada kekalahan dan kegagalan Brasil melaju ke perempat final.
Pada pertandingan tersebut, Brasil mendapatkan hadiah penalti pada babak pertama setelah Matheus Cunha dilanggar di kotak terlarang. Namun, eksekusi Bruno Guimaraes yang melangkah maju berhasil ditebak kiper Norwegia Orjan Nyland. Bola hasil tendangan Guimaraes yang tidak terlalu keras mampu diamankan Nyland dengan mudah.
Pelatih asisten Brasil Davide Ancelotti, putra dari pelatih kepala Carlo Ancelotti, menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut. “Ini adalah keputusan yang sudah ditunjuk, seperti di setiap pertandingan. Kami selalu memfinalisasi urutan penendang dalam rapat taktik sebelum pertandingan dan mengomunikasikannya langsung ke skuad. Ini adalah keputusan kolektif dari staf pelatih. Pada akhirnya, penalti bisa gagal. Itulah sepak bola, dan hari ini hal itu terjadi pada kami,” ujar Davide Ancelotti kepada GE Globo.
Penunjukan Guimaraes sebagai penendang penalti utama menimbulkan pertanyaan besar. Pasalnya, Vinicius Junior yang menjadi top skor Brasil dengan empat gol di turnamen ini tidak diberi kepercayaan. Catatan Transfermarkt menunjukkan bahwa Guimaraes hanya mencetak tiga penalti sepanjang kariernya, meskipun sebelumnya selalu sempurna.
Kegagalan penalti tersebut menjadi yang pertama bagi Brasil dalam permainan normal di Piala Dunia sejak 1986, tidak termasuk adu penalti. Statistik ini menunjukkan betapa langkanya kejadian seperti ini bagi tim yang identik dengan penguasaan bola dan ketajaman di depan gawang.
Di babak kedua, Norwegia justru tampil gemilang. Erling Haaland menjadi bintang dengan dua golnya pada menit ke-79 dan ke-89. Gol pertama Haaland memanfaatkan umpan silang Andreas Schjelderup yang gagal diantisipasi bek Brasil Gabriel Magalhaes. Mantan pemain Manchester United Gary Neville mengkritik keras pertahanan Gabriel pada gol tersebut melalui komentarnya di ITV.
“Naskahnya sudah ditulis. Schjelderup tampak hidup sejak masuk di sisi kiri dan dia memberikan umpan silang yang sempurna. Yang duduk di pantatnya adalah Gabriel setelah ini. Perhatikan pergerakan Haaland: Saya akan pergi ke bahu kiri Anda dan kemudian menerobos ke ruang itu,” ujar Neville.
Brasil baru bisa memperkecil ketertinggalan melalui penalti Neymar pada menit ke-90+10 setelah Casemiro dilanggar. Neymar yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-68 berhasil mengeksekusi penalti dengan tenang. Namun, gol tersebut hanya menjadi hiburan semata karena waktu tidak cukup bagi Brasil untuk menyamakan kedudukan.
Kekalahan ini membuat Brasil tersingkir di babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak 1990. Sebelumnya, Brasil selalu lolos ke perempat final dalam delapan edisi Piala Dunia berturut-turut. Ini merupakan pencapaian terburuk Brasil dalam sejarah Piala Dunia modern.
Sementara itu, Norwegia sukses mencatatkan sejarah dengan lolos ke perempat final untuk pertama kalinya. Haaland kini telah mencetak gol dalam 14 pertandingan kompetitif internasional beruntun dengan total 26 gol. Rekor ini menjadi bukti ketajaman sang striker Manchester City yang tak terbendung.
Keputusan menunjuk Guimaraes sebagai penendang penalti menjadi perdebatan hangat di kalangan penggemar dan analis sepak bola. Banyak yang mempertanyakan mengapa Vinicius Junior yang lebih berpengalaman dalam mengeksekusi penalti tidak diberi kepercayaan. Meski demikian, staf pelatih Brasil menegaskan bahwa keputusan tersebut sudah melalui pertimbangan matang.
Brasil harus menerima kenyataan pahit ini dan segera bangkit untuk turnamen-turnamen mendatang. Sementara Norwegia akan menghadapi pemenang laga Inggris melawan Meksiko pada akhir pekan ini.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.












