Terjadi Aksi Keributan di Kafe Bogor: Akibat Nge-tag Parkir Mobil

Terjadi Aksi Keributan di Kafe Bogor: Akibat Nge-tag Parkir Mobil. Foto: istimewa

M-Radar News, Bogor – Sebuah keributan terjadi di sebuah kafe di Bogor, pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, dipicu oleh tindakan nge-tag tempat parkir mobil menggunakan badan. Kejadian tersebut sempat direkam dan kemudian viral di media sosial.

Radit, salah satu pihak yang terlibat menceritakan, bahwa ia dan keluarganya kesulitan mencari tempat parkir karena kawasan kafe sedang ramai.

Setelah mendapat arahan tukang parkir, Radit hendak memarkir mobil di satu spot yang masih kosong. Namun, seorang perempuan tiba-tiba berdiri di tempat tersebut dan mengklaim sudah menandai tempat itu untuk mobil suaminya, walaupun mobil tersebut belum datang.

Perdebatan dan Keributan Pertama

Terjadi perdebatan antara kakak Radit dengan perempuan tersebut yang tidak terekam kamera. Radit memilih mencari tempat parkir lain.

Namun, ketika hendak masuk ke area kafe, Radit melihat perempuan itu menunjuk-nunjuk ke arahnya sambil berbicara dengan suaminya.

Suami perempuan tersebut kemudian mendatangi Radit dengan emosi, menuduh Radit memaki istrinya, yang dibantah Radit.

Pihak manajemen kafe berusaha melerai dan meminta kedua pihak untuk tenang karena ada anak-anak di sekitar lokasi.

Namun, keributan kembali terjadi ketika suami perempuan itu meminta Radit meminta maaf kepada istrinya yang ditolak Radit.

Situasi Memanas dan Rekaman Video

Kakak perempuan Radit merekam situasi menggunakan ponsel sebagai antisipasi jika keributan berlanjut.

Pria tersebut sempat mencoba merebut ponsel tersebut dan mengarahkan tangan ke ipar Radit yang sedang menggendong bayi, namun segera dilerai.

Dalam video yang direkam terlihat pria tersebut mengklaim sudah mendapat izin dari tukang parkir agar istrinya menunggu di tempat parkir yang bersangkutan, sementara dia memutar mobil menuju lokasi tersebut.

Alasan Radit Memviralkan Kejadian

Radit menyebut bahwa kejadian tersebut berdampak pada keponakannya yang berusia sekitar 6 tahun serta bayi berusia 7 bulan yang ikut ketakutan karena keributan tersebut.

Setelah kejadian mereda, Radit dan keluarganya kembali berpapasan dengan pasangan itu dan keponakannya terlihat kembali takut.

Radit memutuskan untuk membagikan ceritanya di media sosial Threads sebagai bentuk kesadaran agar kejadian serupa tidak terulang, terutama demi perlindungan anak-anak yang terlibat secara tidak langsung.

Sampai saat ini, Radit belum mendapatkan respons langsung dari pasangan tersebut. Pihak manajemen kafe juga hanya berperan melerai tanpa tindakan lebih lanjut.

Catatan

  • Peristiwa ini menggambarkan pentingnya komunikasi dan pengelolaan tempat parkir dalam kawasan ramai untuk mencegah konflik.
  • Pengelola kafe diharapkan dapat mengambil langkah lebih proaktif dalam menangani situasi serupa demi kenyamanan pengunjung.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Arif F
Reporter
Tutup