Kasus Keracunan MBG di Sumut, Ikan Diduga Tak Disimpan di Freezer Selama 12 Jam

Kasus Keracunan MBG di Sumut, Ikan Diduga Tak Disimpan di Freezer Selama 12 Jam. Foto: istimewa

M-Radar News, Sumatera Utara – Insiden keracunan makanan yang melibatkan ratusan pelajar di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga terjadi akibat kelalaian dalam penyimpanan bahan baku ikan yang digunakan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono mengungkapkan, bahwa sebagian ikan tidak disimpan dalam freezer dan dibiarkan pada suhu ruangan selama lebih dari 12 jam.

Kejadian yang terjadi, pada Kamis, 13 Agustus 2026, menyebabkan sekitar 255 pelajar dari lima sekolah mengalami gangguan kesehatan, mulai dari lemas hingga muntah. Korban kemudian dirawat di beberapa fasilitas kesehatan, termasuk Rumah Sakit Haji Medan.

Dalam kunjungannya ke Rumah Sakit Haji Medan pada Minggu (16/8/2026), Sudaryono menjelaskan, bahwa sekitar 200 hingga 300 ekor ikan tidak dimasukkan ke dalam freezer melainkan disimpan pada suhu ruangan selama lebih dari 12 jam.

Hal ini merupakan kelalaian serius dalam proses pengolahan makanan yang berdampak pada keselamatan siswa penerima manfaat program MBG.

Sudaryono menegaskan, bahwa dalam penyediaan makanan MBG tidak boleh terjadi kelalaian apapun karena berkaitan langsung dengan keselamatan nyawa. Ia bahkan menyatakan, bahwa kepala dapur atau petugas yang merasa tidak mampu menjalankan tugasnya sebaiknya mengundurkan diri daripada membahayakan kehidupan orang lain.

BGN juga berkomitmen untuk memperketat prosedur keamanan pangan di seluruh dapur MBG yang tersebar di seluruh Indonesia. Sekitar 27.000 kepala dapur diminta memberikan perhatian penuh pada setiap tahapan pengolahan makanan agar insiden serupa tidak terulang.

Selain itu, Sudaryono menyampaikan perkembangan kondisi salah satu korban yang dirawat di ruang PICU Rumah Sakit Haji Medan. Pasien tersebut telah menunjukkan perbaikan setelah menjalani perawatan selama tiga hari, meskipun masih memerlukan penanganan intensif. Harapannya, korban dapat segera dipindahkan ke ruang perawatan biasa dalam waktu dekat.

Insiden ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan program MBG untuk selalu menjaga standar keamanan pangan demi melindungi kesehatan penerima manfaat, khususnya anak-anak dan pelajar.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup