MilkLife Archery Challenge Siapkan Atlet Junior ke Level Internasional
M-Radar News, MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 digelar di Stadion Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, sebagai ajang pembiasaan atlet junior pada regulasi internasional. Ajang ini menjadi jembatan bagi atlet panahan usia muda untuk beradaptasi dengan aturan World Archery, induk organisasi panahan dunia.
Ketua Panitia sekaligus Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani), Abdul Razak, menjelaskan bahwa regulasi pertandingan dibuat mengacu pada World Archery. Tujuannya agar atlet junior tidak kaget saat berlaga di level internasional. Salah satu inovasi tahun ini adalah sistem akses pintu masuk menggunakan barcode.
“Id card atlet di tahun ini ada inovasi. Atlet hanya bisa masuk ketika sudah waktunya bertanding. Setelah bertanding, mereka mau masuk lagi ke area pertandingan tidak bisa,” kata Abdul Razak, Sabtu (25/1).
Regulasi ini merupakan update dari Kejurnas Junior 2025 di Kabupaten Kudus, di mana id card atlet hanya dibedakan lewat warna lanyard untuk masing-masing divisi seperti nasional, recurve, dan compound. Kini semua lanyard berwarna sama, namun barcode berbeda untuk setiap atlet.
Selain itu, pada babak final seluruh divisi—nasional, recurve, dan compound—akan menggunakan sistem alternate shoot. Sistem ini juga menyesuaikan aturan pertandingan internasional. “Pada babak final nanti seluruh divisi yakni nasional, recurve, dan compound untuk nomor individunya akan menggunakan sistem alternate shoot,” terang Abdul Razak.
Dari segi sarana dan prasarana, venue Stadion Supersoccer Arena dinilai sudah representatif. Menurut Abdul Razak, fasilitas ini memudahkan atlet. “Venue-nya sudah megah. Bisa dibilang ini sarpras untuk perlombaan panahan terbaik yang pernah ada. Setiap tahunnya evaluasi terus kami lakukan,” ungkapnya.
Partisipasi peserta tahun ini lebih meriah dibanding edisi sebelumnya. Jumlah peserta dan provinsi yang ikut bertambah. “Saya juga bangga dengan peserta dari tim-tim Papua. Seperti Papua Tengah yang mengirimkan 27 atlet. Mereka juga melakukan perjalanan selama seminggu. Apresiasi juga kami sampaikan ke kontingen Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan,” jelasnya.
MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 menjadi wadah pembinaan bagi atlet junior. Melalui ajang ini diharapkan atlet memiliki tempat untuk berkompetisi dan membuktikan kemampuan. “Kejurnas junior sangat penting karena pemprov dan klub kan melakukan pembinaan. Kemudian atlet membutuhkan wadah untuk pembuktian,” ujar Abdul Razak.
Ia juga berterima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation yang telah menyelenggarakan acara ini. “Terima kasih untuk Bakti Olahraga Djarum Foundation yang sudah memfasilitasi terselenggaranya acara ini. Kami berharap dari Kejurnas ini muncul bibit-bibit atlet panahan untuk Pelatnas,” imbuhnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.









