Al Hilal Keluarkan Pernyataan Keras soal Nyanyian Suporter Al Taawoun Singgung Jota
M-Radar News – Klub Al Hilal menyampaikan pernyataan keras aksi sebagian suporter Al Taawoun, yang melontarkan nyanyian bernada provokasi dengan menyebut nama mendiang Diogo Jota saat pertandingan kedua tim pada lanjutan Liga Roshn Arab Saudi.
Al Hilal menang telak 6-0 atas Al Taawoun dalam pertandingan yang berlangsung di kandang Al Taawoun di Buraidah, Sabtu (13/9/2026). Namun, laga tersebut diwarnai insiden yang menuai kecaman setelah sebagian suporter tuan rumah menyanyikan nama Jota.
Jota, mantan pemain Liverpool asal Portugal, meninggal dunia dalam kecelakaan tragis pada tahun lalu. Penyebutan namanya diduga ditujukan untuk memprovokasi rekan senegaranya sekaligus pemain Al Hilal, Ruben Neves, yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan Jota.
Menanggapi insiden tersebut, Al Hilal melalui pernyataan resmi di situs klub menyatakan, bahwa nyanyian yang dilontarkan sebagian suporter Al Taawoun telah melewati batas persaingan olahraga.
“Perusahaan klub Al Hilal telah mengikuti apa yang dilakukan oleh sekelompok suporter klub Al Taawoun selama pertandingan kedua tim, berupa nyanyian kolektif yang menghina dan tidak dapat diterima terhadap pemain tim utama sepak bola Al Hilal, warga Portugal Ruben Neves, dalam perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai dan etika olahraga, serta melampaui batas persaingan dan dukungan di lapangan olahraga,” demikian pernyataan Al Hilal.
Klub menegaskan, menolak segala bentuk tindakan yang menyerang pemain maupun keluarganya, terlebih jika dilakukan dengan mengeksploitasi kondisi pribadi atau kehilangan yang dialami seseorang.
“Perusahaan menegaskan penolakan penuhnya terhadap pelanggaran-pelanggaran semacam ini, terutama yang menyinggung para pemain atau keluarga mereka, atau bertujuan menghina mereka secara pribadi,” lanjut pernyataan tersebut.
Al Hilal juga menekankan, bahwa rivalitas dalam olahraga tidak boleh dijadikan alasan untuk menyerang sisi kemanusiaan dan kehidupan pribadi seorang pemain.
“Persaingan olahraga, sekeras apa pun, tidak dapat menjadi pembenaran untuk menyentuh kondisi kemanusiaan dan pribadi para pemain, atau mengeksploitasi perasaan kehilangan sebagai sarana untuk provokasi dan penghinaan,” tegas klub dikutib goal.com.
Atas insiden tersebut, Al Hilal menyatakan telah mengambil langkah resmi dengan mengajukan pengaduan kepada Federasi Sepak Bola Arab Saudi.
“Perusahaan klub Al Hilal telah mulai mengambil langkah-langkah resmi, dengan mengajukan pengaduan kepada Federasi Sepak Bola Arab Saudi terkait apa yang terjadi, guna menjaga hak-hak klub dan para pemainnya, serta menjamin penanganan pelanggaran-pelanggaran semacam ini sesuai dengan peraturan dan ketentuan,” jelasnya.
Al Hilal berharap, federasi dapat mengambil langkah tegas untuk menjaga nilai sportivitas dan rasa saling menghormati dalam kompetisi sepak bola Arab Saudi.
Insiden tersebut juga menuai reaksi dari berbagai pihak di lingkungan sepak bola Arab Saudi. Salah satu yang turut angkat bicara adalah Cristiano Ronaldo, kapten Al Nassr asal Portugal.
Cristiano Ronaldo disebut menuntut agar suporter yang terlibat dalam aksi tersebut, mendapat larangan menghadiri pertandingan secara permanen.
Al Hilal menilai penanganan tegas diperlukan, terlebih insiden tersebut telah mendapat perhatian luas di tingkat internasional dan berpotensi memberikan citra negatif terhadap perkembangan sepak bola Arab Saudi yang tengah mengalami peningkatan eksposur global.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.









