Cegah Homesick, Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri Perkuat Pendampingan Siswa

Cegah Homesick, Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri Perkuat Pendampingan Siswa

M-Radar News, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kediri menerapkan pola pendampingan intensif bagi seluruh peserta didik selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Strategi ini dilakukan untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan asrama sekaligus mencegah rasa rindu rumah (homesick), terutama pada hari-hari awal kegiatan belajar-mengajar.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kediri, Fadeli, mengatakan seluruh aktivitas siswa telah dirancang secara terstruktur. Tidak ada waktu luang tanpa kegiatan maupun pendampingan dari guru dan tenaga kependidikan. Menurutnya, pendekatan ini menjadi kunci membangun rasa aman dan nyaman bagi anak-anak yang untuk sementara harus tinggal jauh dari orang tua.

“Prinsip kami sederhana, tidak ada satu menit pun anak tanpa kegiatan dan tidak ada satu kegiatan pun tanpa pendampingan. Dengan cara itu, kami ingin memastikan mereka merasa diperhatikan sehingga proses adaptasi di lingkungan asrama berjalan lebih mudah,” ujar Fadeli, Kamis, 16 Juli 2026.

Selain pendampingan selama kegiatan berlangsung, pihak sekolah juga menerapkan pendekatan personal. Fadeli mengaku meluangkan waktu setiap hari untuk berinteraksi langsung dengan para siswa agar mengenal karakter mereka sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat. Langkah tersebut juga diterapkan kepada seluruh guru agar setiap anak memiliki sosok yang dapat dipercaya ketika menghadapi persoalan di sekolah.

“Guru tidak cukup hanya mengajar di kelas. Mereka juga harus menjadi pengasuh yang mampu mendengarkan, memahami kondisi anak, dan menjadi tempat mereka bercerita. Dengan begitu, anak akan merasa nyaman karena memiliki figur pengganti keluarga selama berada di sekolah,” katanya.

Fadeli menambahkan, pola pembinaan ini merupakan pengembangan dari sistem pendampingan yang telah diterapkan pada angkatan pertama Sekolah Rakyat. Seluruh tenaga pendidik juga diminta lebih peka dan sensitif terhadap perubahan perilaku siswa.

“Jadi kalau misalnya, ada siswa yang terlihat menyendiri, atau hanya bergaul dengan kelompok tertentu, ini akan kami lakukan pendekatan agar seluruh siswa dapat berbaur, tumbuh dan berkembang bersama,” jelasnya.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri menerima 248 peserta didik. Namun, kuota jenjang Sekolah Dasar (SD) masih belum terpenuhi. Dari target 90 siswa, hingga awal MPLS baru terdapat 23 siswa yang bergabung. Kekurangan kuota tersebut sementara dialihkan masing-masing sebanyak 30 kursi ke jenjang SMP dan SMA sembari menunggu proses penjangkauan lanjutan.

“Sekolah Rakyat menggunakan mekanisme penjangkauan, bukan pendaftaran. Karena itu kami masih melakukan jemput bola melalui pendataan dan pendekatan kepada anak-anak yang menjadi sasaran agar kuota jenjang SD dapat terpenuhi,” tuturnya.

Di sisi lain, Fadeli memastikan kesiapan sarana dan prasarana sekolah telah mencapai lebih dari 95 persen. Seluruh fasilitas utama telah dapat dimanfaatkan oleh peserta didik meski masih terdapat pekerjaan penyelesaian di beberapa bagian. Untuk kebutuhan tenaga pendidik, sekolah juga masih memperoleh dukungan sementara dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri sambil menunggu proses rekrutmen guru oleh Kementerian Sosial.

“Fasilitas utama sudah dapat digunakan oleh siswa. Sementara untuk kebutuhan guru, kami masih mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan hingga proses rekrutmen oleh Kementerian Sosial selesai,” pungkasnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup