Aktivitas Lempeng dan Sesar Lokal Jadi Pemicu Dominan Gempa di Jawa Timur

Aktivitas Lempeng dan Sesar Lokal Jadi Pemicu Dominan Gempa di Jawa Timur

M-Radar News, Malang — Tingginya aktivitas gempa bumi yang terjadi di Jawa Timur selama sepekan terakhir dipicu oleh pergerakan lempeng tektonik dan aktivitas sesar lokal yang masih aktif. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, menyatakan bahwa sebagian besar gempa yang terekam pada periode 3-9 Juli 2026 berasal dari interaksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia di selatan Pulau Jawa.

Wilayah Jawa Timur berada pada kawasan dengan tingkat aktivitas seismik tinggi karena menjadi bagian dari zona subduksi atau penunjaman lempeng.

“Gempa bumi yang terjadi di Jawa Timur umumnya disebabkan oleh aktivitas pertemuan Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia. Selain itu, terdapat pula pengaruh aktivitas patahan atau sesar lokal yang tersebar di sejumlah wilayah,” kata Ricko, Sabtu (11/7/2026).

Proses penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia berlangsung terus-menerus dan menghasilkan akumulasi energi di kerak bumi. Ketika energi tersebut dilepaskan, terjadi gempa bumi dengan berbagai kekuatan dan kedalaman. Kondisi ini menyebabkan Jawa Timur relatif sering mengalami gempa, terutama di kawasan pesisir selatan yang berhadapan langsung dengan zona subduksi.

Selain faktor pertemuan lempeng, keberadaan sejumlah sesar aktif di daratan Jawa Timur juga menjadi pemicu aktivitas gempa. Meski umumnya berkekuatan kecil hingga menengah, gempa yang dipicu sesar lokal tetap perlu diwaspadai karena lokasinya lebih dekat dengan permukiman penduduk.

Ricko menambahkan, dominasi gempa dangkal yang mencapai 122 kejadian dari total 158 gempa selama sepekan terakhir menunjukkan aktivitas tektonik masih cukup aktif di Jawa Timur dan sekitarnya.

“Gempa dangkal umumnya berkaitan dengan aktivitas sesar maupun proses tektonik pada lapisan kerak bumi bagian atas. Karena kedalamannya relatif dangkal, potensi untuk dirasakan masyarakat biasanya lebih besar apabila magnitudonya cukup kuat,” ujarnya.

Meski demikian, BMKG memastikan seluruh gempa yang terjadi selama periode pengamatan tidak menimbulkan dampak maupun getaran yang dirasakan masyarakat. BMKG terus melakukan pemantauan aktivitas seismik secara berkelanjutan dan mengimbau masyarakat agar tetap memahami langkah-langkah mitigasi bencana. Edukasi kebencanaan dinilai penting mengingat posisi Jawa Timur yang berada di kawasan rawan gempa akibat pengaruh aktivitas lempeng tektonik dan sesar aktif.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup