Setelah 10 Hari Pencarian, Sukarman ABK KM Arupadatu I Teridentifikasi Lewat DNA

Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki memimpin konferensi pers hasil pemeriksaan penemuan jenazah di perairan Pulau Enggano, Rabu (23/9/2026). Foto: dok/tn

M-Radar News, Banten – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri akhirnya mengungkap identitas jenazah laki-laki yang ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA, jenazah tersebut dipastikan merupakan Sukarman alias Surakman (60), anak buah kapal (ABK) KM Arupadatu I.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, kepastian identitas Sukarman diperoleh setelah tim DVI melakukan pencocokan data antemortem dan postmortem dengan data keluarga korban KM Arupadatu I.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman, ABK kapal yang merupakan ayah biologis dari Yayan (anak),” kata Hengki dalam konferensi pers secara daring, Rabu (23/9/2026).

KM Arupadatu I sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang. Kapal tersebut membawa delapan orang, terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal.

Kapal berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, sekitar pukul 14.00 WIB. Rombongan tersebut diketahui hendak melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Pencarian kemudian dilakukan oleh tim gabungan. Pada Sabtu (12/9/2026), aparat kepolisian di Bengkulu menemukan jenazah laki-laki tanpa identitas di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano.

Jenazah tersebut selanjutnya dievakuasi menggunakan pesawat Cessna menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu. Proses identifikasi dilakukan dengan melibatkan tim DVI Pusdokkes Polri.

Irjen Hengki menyebutkan, Bidang Dokkes Polda Banten telah mengirimkan data antemortem dan postmortem dari keluarga delapan orang yang berada dalam KM Arupadatu I.

“Tim DVI bersama Kasubbid Dokkes Polri melakukan pencocokan data primer yang meliputi sidik jari, gigi, hingga tes DNA,” ujar Kapolda.

Hasil pencocokan DNA kemudian memastikan jenazah tersebut adalah Sukarman. Jenazah selanjutnya dijadwalkan dipulangkan dari Bengkulu menuju Banten untuk diserahkan kepada keluarga.

“Jenazah akan diberangkatkan besok dari Dokkes Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Kapolda Banten.

Dengan teridentifikasinya Sukarman, proses penanganan dan pencarian terhadap korban lain yang berada dalam KM Arupadatu I masih berlanjut.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup