Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik Lima Jurnalis yang Hilang Kontak, Tim SAR Perluas Area Pencarian
M-Radar News, Serang – Kepolisian Daerah (Polda) Banten, memastikan sejumlah barang yang ditemukan dalam operasi pencarian di perairan Selat Sunda, sebelah timur Pulau Rakata, bukan milik lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menjelaskan, tiga jenis barang yang ditemukan meliputi helm plastik merah, jeriken plastik biru bertutup hitam, serta dua jaket pelampung (life jacket) berwarna oranye.
Dari hasil pemeriksaan bersama pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua jaket pelampung oranye bertuliskan “MILLES.II” dipastikan bukan perlengkapan kapal tersebut.
”Life jacket yang tersedia di kapal berwarna merah, kuning, dan ungu, serta tidak memiliki tulisan MILLES.II,” ujar Hutapea melalui keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026).
Pemeriksaan serupa juga dilakukan pada jeriken plastik biru yang ditemukan di lokasi. Jeriken temuan tersebut memiliki kapasitas 35 liter dengan warna biru tua, berbentuk lebih panjang, menggunakan tutup hitam, serta mencantumkan tulisan pada bagian badannya. Barang itu juga mengeluarkan aroma minyak sayur.
Spesifikasi tersebut berbeda jauh dengan jeriken milik KM Arupadhatu 1 yang berkapasitas 30 liter, berwarna biru pudar, berbentuk lebih pendek, bertutup putih, polos tanpa penanda, serta biasa diisi bahan bakar Pertamax. Begitu pula dengan helm plastik merah yang ditemukan, dipastikan bukan bagian dari inventaris kapal.
Terkait perkembangan ini, Polda Banten mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi atau hoaks yang belum terverifikasi.
”Setiap perkembangan terkait proses pencarian dan pemeriksaan akan disampaikan melalui sumber informasi resmi,” tegas Kombes Maruli Hutapea.
Perluasan Area Pencarian Tim SAR Gabungan
Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, Tim SAR gabungan memperluas area penyisiran KM Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis tersebut.
Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas, Rangga Aribowo mengungkapkan, bahwa area pencarian kini dibagi menjadi enam sektor dengan total luas mencapai 6.010 mil laut persegi.
”Pencariannya cukup luas dan dibagi menjadi enam sektor, terdiri dari lima sektor laut dan satu udara,” jelas Rangga.
Berikut rincian pembagian sektor pencarian Tim SAR gabungan:
• Sektor V (840 mil laut persegi): Disisir oleh dua kapal TNI AL, yakni KRI Kerambit dan KRI Teluk Gilimanuk.
• Sektor W (1.120 mil laut persegi): Melibatkan satu kapal TNI AL, yakni KAL Anyer.
• Sektor X (681 mil laut persegi): Menjadi wilayah dengan unsur pengerahan terbanyak, disisir oleh delapan kapal (KN SAR Tetuka, RBB Peucang, RIB 02 Basarnas Banten, RIB 02 Basarnas Lampung, Kapal Polisi 2016, Kapal Polisi 2013, KM Garuda, dan KM Bima).
• Sektor Y (497 mil laut persegi): Melibatkan KP Sanjaya dan KRI Lepu.
• Sektor Z (809 mil laut persegi): Dikerahkan KN SAR Basudewa (Basarnas Lampung) dan KN SAR Antasena (Basarnas Jakarta).
• Sektor Udara: Satu unit helikopter disiagakan di ATS untuk memantau kondisi visual dari udara di perairan Selat Sunda.
Hingga kini, Tim SAR gabungan masih terus memaksimalkan pemantauan di seluruh sektor guna menemukan keberadaan KM Arupadhatu 1 beserta lima jurnalis yang masih hilang kontak.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.











