Penunggu Pasien Keluhkan Kebijakan Parkir di RS Yasmin Banyuwangi, Minta Ada Pengecualian

Sejumlah penunggu pasien mengeluhkan kebijakan parkir kendaraan bermotor di Rumah Sakit (RS) Yasmin Banyuwangi.

M-Radar News, Banyuwangi – Sejumlah penunggu pasien mengeluhkan kebijakan parkir kendaraan bermotor di Rumah Sakit (RS) Yasmin Banyuwangi. Mereka berharap, pihak manajemen RS memberikan kebijakan khusus atau pengecualian bagi keluarga pasien yang harus keluar-masuk area RS untuk memenuhi kebutuhan pasien.

Keluhan tersebut disampaikan salah seorang penunggu pasien yang juga berprofesi sebagai wartawan media lokal di Banyuwangi. Ia mengaku mengalami kejadian tersebut saat menjaga ibunya yang sedang menjalani perawatan, Rabu malam (15/7/2026).

Menurutnya, saat itu ia meminta izin kepada petugas parkir untuk membawa sepeda motornya keluar sejenak guna mengantar istrinya pulang. Namun, petugas menyampaikan bahwa ketika kembali masuk ke area rumah sakit, ia harus membayar tarif parkir kembali.

“Nanti kalau balik, bayar parkir lagi, Pak,” ujar petugas parkir kepadanya.

Merasa keberatan, ia kemudian mempertanyakan kebijakan tersebut kepada petugas loket parkir.

“Saya ini penunggu pasien, hanya mengantar istri pulang sebentar. Kok harus bayar parkir lagi? Lalu apa fungsi gelang penunggu pasien yang diberikan rumah sakit?” ujarnya.

Namun, petugas tetap menjelaskan, bahwa setiap kendaraan yang keluar dan masuk kembali dikenakan tarif parkir baru.

Menurutnya, kebijakan tersebut dinilai kurang memberikan perhatian kepada keluarga pasien yang harus bolak-balik keluar rumah sakit untuk membeli obat, makanan, maupun keperluan lainnya.

Ia juga menyoroti isi tiket parkir yang menyebutkan, bahwa kehilangan maupun kerusakan kendaraan selama berada di area parkir menjadi tanggung jawab pemilik kendaraan.

“Sudah bayar parkir berkali-kali, tetapi kalau terjadi kehilangan atau kerusakan kendaraan pengelola juga tidak bertanggung jawab. Ini yang menurut saya perlu dievaluasi,” katanya.

Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan semata-mata soal besaran biaya parkir, melainkan kebijakan yang dinilai kurang berpihak kepada keluarga pasien.

“Bukan masalah nominalnya, tetapi seharusnya ada pengecualian bagi penunggu pasien. Mereka keluar masuk bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan memenuhi kebutuhan pasien,” ungkapnya.

Keluhan serupa juga disampaikan seorang penunggu pasien asal Kecamatan Wongsorejo. Ia mengaku harus beberapa kali keluar masuk rumah sakit untuk mengurus administrasi BPJS dan membeli kebutuhan pasien.

“Saya bolak balik keluar rumah sakit seperti tadi pagi kurang lebih sampai lima kali, bayar parkir juga lima kali mas,” katanya dengan nada kecewa.

Menurutnya, kebijakan tersebut cukup membebani keluarga pasien yang sedang menghadapi kondisi sulit.

“Harusnya ada kebijakan khusus bagi penunggu pasien. Setidaknya bisa meringankan beban keluarga yang sedang fokus merawat anggota keluarganya,” ujarnya.

Para penunggu pasien berharap manajemen RS Yasmin Banyuwangi dapat mengevaluasi sistem parkir, terutama bagi keluarga pasien yang memiliki identitas resmi sebagai penunggu pasien, sehingga tidak perlu dikenakan tarif parkir berulang kali setiap keluar dan masuk area rumah sakit.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RS Yasmin Banyuwangi belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Redaksi M-Radar News akan mengupayakan konfirmasi kepada pihak rumah sakit untuk memperoleh penjelasan sebagai bentuk pemberitaan yang berimbang.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.

Tutup