Jalani Rapid Tes, Syarat Utama bagi Peserta Pelatihan di BLK Surabaya
JATIM, (M-RADARNEWS.COM),- Sebagai syarat utama sebelum menjalani pelatihan, sebanyak 176 peserta pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Surabaya wajib untuk menjalani rapid test, Selasa (06/10/2020).
Kepala UPT BLK Surabaya, Siswanto di sela-sela pelaksanaan rapid test di BLK Surabaya menjelaskan, bahwa pelaksanaan rapid test ini sudah di setujui oleh kepala Dinas Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, BPBD dan Dinas Kesehatan.
Rapid tes juga merupakan amanah pemerintah provinsi melalui gugus tugas, bahwa peserta pelatihan harus menjalani protokol kesehatan. Salah satunya, peserta yang akan mengikuti pelatihan harus dilakukan rapid test. Hal ini tentu untuk memutus penyebaran virus Covid-19.
Para peserta pelatihan ini akan mengikuti 11 program paket, yaitu merupakan dari anggaran APBN antara lain, pengelasan audio vidio, operator kelistrikan dan penomatik PLC, teknisi AC split, teknical office advance, teknisi akuntansi junior, desain grafis, pemeliharaan kendaraan ringan, secar konvesional, customer service, dan pemasangan otomasi listrik industri. Dengan latihan variasi jam yang berbeda-beda maksimalnya 300 jam pelatihan dan minimal 180 jam pelatihan.
“Untuk pendaftaran bagi peserta di BLK bisa melalui online ataupun offline. Kami melihat sekitar 70 persen peserta yang mengikuti pelatihan kebanyakan dari yang terdampak pandemi Covid-19, mereka korban PHK atau dirumahkan. Sedangkan sisanya merupakan peserta dari lulusan SMA,” ujar Siswanto.
“Kami berharap para peserta pelatihan ini setelah di rapid test dalam mengikuti program pelatihan di BLK ini tetap mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan, dengan mematuhi protap kesehatan maka mereka tidak mengalami hambatan apapun, sehingga kami tinggal memotivasi dan memberikan suport pada peserta selalu menjaga protokol kesehatan baik di tempat pelatihan maupun di tempat tinggal,” imbuhnya.
Sementara itu,salah satu peserta pelatihan Ari Karsanto (38) yang menjalani rapid test mengatakan, bahwa keikutsertaan menjadi peserta Pelatihan di BLK Surabaya ini sangat membantunya dalam meningkatkan kemampuan (skill).
“Saat seperti pandemi Covid-19 ini, pekerjaan saya saat ini wiraswasta yang mengalami kelesuhan, jadi saya ingin meningkatkan kemampuan di bidang lain untuk biaya hidup,” ujarnya.
Menurutnya, ia harus mampu mencari celah pekerjaan yang lebih menguntungkan untuk bertahan hidup, dan menyiapkan diri untuk keadaan yang tidak dikehendaki (resesi).
“Saya di BLK Surabaya akan mengikuti pelatihan otomotif, ini adalah ilmu baru bagi saya yang harus dikembangkan dengan harapan bisa membuka usaha tempat service otomotif bersama-sama teman-teman alumni BLK,” pungkasnya. (tim/jnr/kmf)








