Awas! Aksi Modus Penipuan Catut Nama Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi

JATIM, (M-RADARNEWS.COM), –               Para pengusaha di Bidang Usaha Jasa Konstruksi, baik Persekutuan Komanditer (CV) atau Perseroan terbatas (PT) di Kabupaten Banyuwangi wajib waspada. Saat ini terdapat modus penipuan yang mengatasnamakan Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Suratno yang sasarannya adalah para pengusaha jasa konstruksi.

Informasi yang dihimpun m-radarnews.com, modus penipuan itu dilakukan oleh orang tak dikenal yang mengaku sebagai salah satu staf / pegawai di Dinas Pendidikan selaku bawahan dari Kepala Dinas. Si pelaku, menghubungi salah satu kontraktor (pihak korban, red) melalui telepon seluler dan bahwa pihak korban disuruh menghubungi Kepala Dinas.

Karena pihak korban tidak memiliki nomor hanphone (Hp) Kepala Dinas. Diakhir pembicaraan, pengunduran diri akan mengirim nomor Hp Kepala Dinas. Dan setelah itu, korban menerima pesan singkat (sms) yang berisi nama dan nomor Hp Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, Jumat (16/04/2021).

Kemudian pihak korban (kontraktor, red) mencoba untuk mengubungi nomor Hp yang baru diterima dari salah satu penipu yang mengaku staf atau bawahan dari Kepala Dinas tersebut. Selang beberapa waktu, korban menghubungi Kepala Dinas dan awalnya belum menyadari jika penipuan ini, sebab suara terdengar berbeda dengan pelaku pertama yang mengaku staf tersebut.

Selanjutnya, pelaku kedua yang mengaku sebagai Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno menyampaikan kepada pihak korban bahwa akan diberi pekerjaan sebuah proyek yang sempat dilakukan pada program di tahun 2020 dan kini baru bisa terealisasi diawal bulan Mei 2021. Salah satunya pekerjaan pemeliharaan ruang kelas atau pemasangan paving, dan perlu digaris bawahi ini Penunjukan Langsung (PL).

Lanjut melakukan penawaran kepada korban (kontraktor, red) untuk kesanggupan dan berkomitmen mengambil atau menerima proyek per CV tiga sampai lima paket proyek (SPK). Dan pihak korban hanya menyanggupi tiga SPK yang jumlah besarannya kurang lebihnya sekitar Rp600 juta. Kemudian pelaku meminta nomor Whatshapp dengan alasan akan mengirim file atau dokumen, setelah itu diakhiri pembicaraan.

Beberapa menit kemudian, pihak pelaku menghubungi kembali pihak korban menyampaikan bahwa diundang untuk menghadap ke kantor Dinas Pendidikan pada hari, Rabu, 21 April 2021 dan bertemu langsung dengan pelaku (yang mengaku Kepala Dinas, red) untuk mengambil SPK. Pihak yang juga menyatakan bahwa rekanan terakhir yang dihubungi lewat telephon dan hanya 12 rekanan (CV) yang diundang, salah satunya si korban. Tapi justru justru ada kejanggalan, pihak yang mengaku ada keperluan untuk keluarga istrinya yang berada di Surabaya yang kekurangan finansial minta dana talangan dana sebesar Rp.50 juta dan diperkirakan akan dikembalikan waktu bertemu pada hari Rabu yang akan datang disaat pengambilan SPK.

Dengan adanya kejanggalan ini, pihak korban mencoba mencari informasi untuk mendapatkan kebenaran dan meminta nomor telepon / Hp Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno ke salah satu rekannya dan ternyata berbeda. Akhirnya pihak korban menghubungi Suratno melalui pesan singkat Whatshapp untuk bertemu.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Suratno mengaku resah atas kejadian yang menyatut namanya tersebut. Dia, bahwa tidak pernah sekali pun menghubungi dan meminta-minta uang tersebut kepada pihak rekanan.

“Ini penipuan, teman-teman saya ingatkan karena tahun lalu ada korban. Terima Kasih,” pungkasnya. (merah)

Tutup