Pasca Revitalisasi, Perumda Pasar Buleleng Bangun Pola dan Strategi Inovasi Kreatif untuk Ramaikan Pasar Banyuasri
M-RADARNEWS.COM, BALI – Dalam upaya untuk mengembalikan kejayaan Pasar Banyuasri yang berada di Jalan Ahmad Yani , Kelurahan Banyuasri, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, pasca dilakukan revitalisasi terus dilakukan oleh Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng.
Diketahui, pasca revitalisasi, pasar Banyuasri tampak masih sepi baik dari pelaku usaha yang belum membuka usahanya maupun masih sepinya pengunjung yang datang ke pasar Banyuasri, khususnya ke lantai 2 pasar Banyuasri.
Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus berupaya membangkitkan minat usaha dan minat masyarakat untuk berkunjung ke pasar Banyuasri dengan cara membangun Mall Pelayanan Publik (MPP) yang dibangun di lantai 3 pasar.
Hal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses semua pelayanan publik yang berada dalam satu pintu. Selain itu, keberadaan MPP juga salah satu strategi meramaikan kunjungan masyarakat ke pasar Banyuasri.
Kendati demikian, Pemkab Buleleng melalui Perumda Pasar Argha Nayottama sebagai pengelola Pasar Banyuasri tidak henti-hentinya membangun pola dan strategi inovasi kreatif yang paling tepat untuk meramaikan kembali pasar Banyuasri.
Dilansir dari unggahan akun Instagram @perumdapasar.buleleng, Selasa (05/03/2024), bertempat di ruang kerja Direktur Utama Perumda Pasar, Direksi Perumda Pasar I Putu Suardhana, SE.,MM., bersama Kadek Juli Suardana, SE., melakukan pertemuan dan diskusi bersama Dandim 1609/Buleleng Letkol Kav. Angga Nurdyana, S.Sos., dan juga Direktur Komonitas Singaraja Menonton Kardian Narayana yang juga sebagai perwakilan dari Pemuda Kreatif di Buleleng.
Hasil dari diskusi itu melahirkan beberapa ide kreatif tentang strategi yang akan dilakukan untuk meramaikan pasar Banyuasri, di antaranya akan ada komonitas atau pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Buleleng untuk menempati kios pasar yang masih kosong.
Direksi Perumda Pasar menjelaskan, pertemuan dan diskusi seperti ini sangat perlu kita lakukan. Sehingga kita di Perumda Pasar bisa mendapatkan ide-ide dan masukan dari semua stakeholder, serta kolaborasi berdampak untuk bersama-sama memajukan Pasar Banyuasri yang menjadi salah satu Ikon perkembangan Perekonomian di Kabupaten Buleleng.
“Nantinya melalui komonitas atau pelaku. UMKM yang ada di Buleleng dapat bergerak bersama membuat semacam festival musik, food, ataupun lainnya di lantai dua pasar Banyuasri. Yang tentunya, hal tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk datang dan berbelanja ke pasar Banyuasri,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Dandim 1609/Buleleng dan Direktur Singaraja Menonton menyampaikan, bahwa pertemuan hari ini merupakan pertemuan awal untuk mengaktifasi kembali lantai 2 pasar Banyuasri. Setidaknya, hari ini sudah ada kesamaan visi untuk menjadikan pasar sebagai ruang kreatif untuk anak muda Buleleng.
“Prosesnya masih panjang, dan perlahan akan terus digerakkan. Ini akan jadi ruang kolaborasi bersama semua pihak,” tandasnya. (*)








