Anggota DPRD Banyuwangi: Wisuda Sekolah Hendaknya Dilaksanakan Sederhana dan Tak Bebani Siswa
M-RADARNEWS.COM, JATIM – Kegiatan Wisuda menjelang kelulusan di sekolah menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat, jika di era dulu istilah wisuda hanya untuk kalangan mahasiswa saat menyelesaikan kuliahnya. Tapi kini sebutan wisuda sudah umum digunakan saat lulus, mulai dari SD, SMP hingga SMA atau SMK.
Bahkan mirisnya, wisuda tersebut justru digelar di tempat-tempat mewah seperti hotel berbintang yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Sehingga mendapat sorotan dari pejabat Kabupaten Banyuwangi.
Maka, untuk meredam kegiatan wisuda sekolah di 2024 ini, anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi dari Fraksi Partai Golkar Sofiandi Susiadi angkat bicara, bahwa kesannya sekolah hura-hura jika wisuda dilaksanakan di tempat-tempat mewah seperti hotel berbintang bahkan mubazir.
“Sangat mubazir, jika untuk ceremonial kelulusan digelar di tempat mewah. Terlebih anggarannya memberatkan orang tua siswa,“ ungkap Sofiandi, Senin (13/05/2024).
Dia menambahkan, wisuda seharusnya dilakukan dengan sederhana yang penting murid-murid bisa sangat terkesan di sekolah yang selama ini kumpul bersama dengan teman-temannya memperoleh pelajaran sangat berharga, baik pelajaran sekolah maupun pelajaran etika atau moral sehingga hal tersebut tidak terlupakan.
Selain itu, lanjut Sofiandi, memperoleh ilmu yang didapat di sekolah dan guru-gurunya yang bermanfaat bukan hanya sekedar hura-hura tanpa makna dan arti.
“Selain itu juga dengan wisuda di tempat-tempat yang sangat mewah, hal itu sangat membebani wali murid atau orang tua, apalagi biaya untuk melanjutkan kuliah,“ tandasnya.
Sofiandi membeberkan, kalau biaya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi butuh biaya besar. “Lebih penting fokus ke jenjang pendidikan lebih tinggi dari pada wisuda. Terpenting cukup tasyakuran saja,“ ucapnya.
“Oleh karena itu, tolonglah bijak di dalam dunia pendidikan di Banyuwangi ini. Agar anak-anak masyarakat Banyuwangi bisa sekolah tanpa harus ada kendala, terutama mengenai beban biaya yang dilakukan oleh sekola. Sehingga pendidikan dapat dirasakan oleh semua masyarakat Banyuwangi,“ pungkasnya. (anw)








