Blunder Wacana Calon Tunggal Lawan Kotak Kosong di Pilkada Banyuwangi 2024
M-RADARNEWS.COM, OPINI – Calon Tunggal di Pilkada Serentak 2024, khususnya di Kabupaten Banyuwangi semakin mendekati kenyataan, setelah partai Nasdem, Demokrat, Golkar, PPP, dan Gerindra memberikan surat rekomendasi kepada pasangan Ipuk Festiandani-Mujiono untuk maju di Pilkada Banyuwangi 2024. Tapi, tinggal partai PDI Perjuangan yang belum melakukan serimonial atau penyerahan surat rekomendasi.
Sebelumnya, Ketua DPD PDIP Jawa Timur Said Abdullah menyampaikan, bahwa surat rekomendasi yang sudah turun di Kabupaten Banyuwangi yakni untuk Ipuk Fiestiandani. “Yang sudah turun surat rekomendasi untuk Banyuwangi, yakni istrinya Pak Azwar Anas. Rekomendasi tinggal penyerahan saja (Ipuk, red),” kata Said, Kamis (25/07/2024) lalu.
Maka, dengan total 41 Kursi di DPRD Kabupaten Banyuwangi, dari 6 partai tersebut dipastikan Calon Tunggal melawan Kotak Kosong akan terjadi di Pilkada Banyuwangi 2024.
Pengamat Hanifah memprediksi
Pasangan Ipuk Festiandani-Mujiono mengabaikan kapasitas atau keberadaan Independen setelah tidak lolos pendaftaran di KPU pada 12 Mei 2024 lalu. Gagalnya Independen Banyuwangi, bukannya kurang dukungan minimal 87.210 yang ditetapkan KPU, akan tetapi ada hal lain.
Nah, jika benar-benar terjadi Calon Tunggal di Pilkada Banyuwangi melawan Kotak Kosong, secara otomatis membuka peluang Independen untuk mencalonkan kembali pasangan Yusuf Widyatmoko-Zainuri di Pilkada ulang di tahun berikutnya (tahun 2025).
Tapi jika Kotak Kosong menang, tentunya Independen yang berjuang sekuat kemampuan untuk memenangkan Kotak Kosong atas Calon Tunggal di Pilkada Banyuwangi 2024, yang akan dilaksanakan serentak pada tanggal 27 November 2024 mendatang.
Pastinya hal ini akan sangat menyulitkan pasangan Ipuk Festiandani-Mujiono untuk menang mudah di Pilkada Banyuwangi 2024, dan ini diluar prediksi ataupun analisa dari pasangan Ipuk Festiandani-Mujiono. Mereka berpikir setelah tanggal 12 Mei 2024, Independen dianggap tidak ada atau selesai.
Tentang Indikasi kekeliruan analisa dan prediksi dari pasangan Ipuk Festiandani-Mujiono, di prediksi Independen akan memberikan perlawanan yang sengit dan terbuka di Pilkada 2024. Ditambah kelompok-kelompok pendukung bakal calon lainnya yang kecewa, karena tidak bisa mencalonkan sebab saat ini 6 partai di borong pasangan Ipuk Festiandani-Mujiono, secara otomatis calon calon yang gagal tersebut juga akan bersatu melakukan perlawanan di Pilkada Banyuwangi 2024, melawan pasangan Ipuk Festiandani-Mujiono. Otomatis, calon-calon yang gagal tersebut juga akan bersatu melakukan perlawanan di Pilkada Banyuwangi 2024, melawan pasangan Ipuk Festiandani-Mujiono.
Sekedar informasi, Independen hingga saat ini memiliki jumlah Penggerak 3.153 dan Pendukung Sukarela 102.147 akan memainkan peranan penting dalam Pilkada Banyuwangi 2024, jika calon tunggal melawan kotak kosong benar-benar terjadi.
Ditambah pendukung Sugirah (Wabup Banyuwangi saat ini), Ali Rucci, Gus Munib, dan Relawan Sumail yang merasa kecewa karena di begal oleh calon tunggal, serta pendukung Ratna Ani lestari (mantan Bupati Banyuwangi 2004-2009). Maka, Independen benar-benar akan menjadi Instrumen di Pilkada Banyuwangi 2024 ini dikarenakan mesinnya sudah panas. Artinya, secara tim mereka solid.
Secara dukungan masyarakat, Independen mempunyai dukungan riil, sel-sel jaringan penggerak Independen tidak berkurang, justru naik menjadi 3.200. Saat ini, jumlah dukungan sukarela juga naik kurang lebih 104.000. Dengan kalkulasi tersebut, diprediksikan Calon Tunggal sulit mengungguli Kotak Kosong dan kemungkinan Kalah Telak, karena kotak kosong akan dipilih Penggerak dan Pendukung Independen dan seluruh elemen masyarakat Banyuwangi yang menolak calon tunggal.
Analisa dan prediksi diatas, besar kemungkinan calon tunggal akan tumbang di Pilkada Banyuwangi 2024, dikalahkan Kotak Kosong. Pastinya, Blunder wacana calon tunggal lawan kotak kosong akan dibuktikan benar tidaknya pada tanggal 27 November 2024 di Pilkada serentak. Akankah ada skenario lain??.








