Jelajahi Alam Liar TN Alas Purwo: Flora dan Fauna hingga Destinasi Pariwisata Berkelanjutan

Area Savanna Sadengan Taman Nasional Alas Purwo. (Foto by @humaspemkab)

JATIM , (M-RADARNEWS),-                Liburan bersama keluarga di Banyuwangi, bukan hanya ada Taman Nasional Baluran. Ada satu lagi lokasi tak kalah cantik, Taman Nasional (TN) Alas Purwo namanya. Menyusuri kawasan ini tak ubahnya menjelajahi alam liar di Indonesia, yang konon merupakan tanah tertua di Pulau Jawa. Tempat wisata alam Alas (hutan dalam bahasa Jawa) Purwo berada di ujung tenggara Pulau Jawa, tepatnya berada di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi.

Taman nasional yang luasnya 44.037 hektar ini memiliki banyak keindahan yang bisa dinikmati. Maklum saja kawasan yang telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional ini merupakan rumah bagi ratusan jenis flora dan fauna. Menuju ke sana, wisatawan dapat melalui Kota Banyuwangi berlanjut menuju Kalipait dengan jarak tempuh sekitar 1 jam lebih.

Memasuki pintu gerbang Rowobendo, pengunjung akan disambut rerimbunan pohon mahoni di sepanjang jalan utama. Menyusurinya juga menyenangkan, karena kini jalannya sudah beraspal mulus. Berdasarkan tipe ekosistemnya, hutan di TN Alas Purwo dapat di kelompokkan menjadi hutan bambu, hutan pantai, hutan bakau/mangrove, hutan tanaman, hutan alam, dan padang penggembalaan (Feeding Ground).

Pintu Gerbang Taman Nasional Alas Purwo. (Foto by @Humas Pemkab)

Tak jauh dari pintu gerbang, wisatawan akan melihat sebuah candi Hindu yang bernama Situs Kawitan Pura Giri Salaka yang dalam bahasa Jawi Kawi artinya tua. Ini dikaitkan dengan Alas Purwo yang dipercaya sebagai tanah yang pertama kali ada saat penciptaan tanah Jawa. Seperti bertapa, sayan, bayenan, serta selamatan–selamatan lain yang berkaitan dengan pencarian ketenangan batin masih dilaksanakan. Pada hari-hari tertentu seperti 1 suro, bulan purnama, bulan mati, masyarakat datang ke kawasan TN Alas Purwo untuk bersemedi.

Setelahnya, perjalanan berlanjut ke Sadengan, sebuah padang savana yang luas! Di savana bisa melihat burung merak, rusa, kijang, lutung, kancil, macan tutul dan banteng Jawa. Di sana disediakan menara pantau bagi wisatawan. Jika mau melihat burung merak, harus datang pagi-pagi sekitar pukul 06.00 WIB. TN Alas Purwo sendiri dihuni 700 flora, 50 jenis mamalia, 320 burung, 15 jenis amfibi, dan 48 jenis reptil.

TN Alas Purwo juga diberkahi deretan pantai eksotis. Maklum saja, Alas Purwo berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia. Beberapa pantainya yakni Pantai Parang Ireng, Pantai Ngagelan, Pantai Pancur dan Pantai Plengkung. Di tahun 2019, Taman Nasional tersebut telah disiapkan untuk diajukan menjadi bagian dari Global Geopark Network UNESCO, badan PBB yang menangani pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan.

Situs Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo. (Foto by @Humas Pemkab)

Sebelumnya, mengutip dari laman resmi Banyuwangikab. Pemkab Banyuwangi terus mendorong pengelola destinasi wisata mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Salah satunya Bupati Ipuk Fiestiandani mendukung penuh Balai Taman Nasional (TN) Alas Purwo untuk menggenjot pariwisata yang dapat memberikan dampak jangka panjang secara lingkungan, sosbud, serta ekonomi baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.

“TN Alas Purwo menyimpan potensi luar biasa yang bisa dikelola lebih baik lagi. Pemkab siap berkolaborasi dan mendukung penuh TN Alas Purwo yang akan mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Karena lingkungan yang dijaga dan dilindungi bersama menjadi kunci terciptanya keindahan alam dan pariwisata berkelanjutan daerah,” katanya.

“Kami berharap pariwisata berkelanjutan ini akan memberi dampak ekonomi kepada masyarakat setempat, budaya. Dan saya yakin, ke depan akan menjadi pengalaman luar biasa yang dialami oleh wisatawan,” tambah bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. (red)

Tutup