Penyerahan Proyek Shortcut “Yeh Otan”, Izzudin: Tinggal Tunggu Uji Laik dan Pembebanan

BALI, (M-RADARNEWS.COM),-                Proyek Shortcut Tukad Yeh Otan, Desa Antap, Kecamatan Bajra, Kabupaten Tabanan, Bali senilai Rp 59 Milyar lebih, dipastikan dalam waktu dekat akan segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Progress nya hampir 100 persen, jika di amati tinggal perbaikan sisi jalan sebelah timur jembatan itu.

Di konfirmasi kebenaran yang ada di lapangan itu, Kasatker PJN Wilayah I Provinsi Bali, Izzudin Ismawanto, ST.MT., tidak menampik. Hanya saja, kata dia, untuk penyerahan proyek tersebut menunggu hasil uji laik dan uji pembebanan.

“Tinggal menunggu uji laik dan uji pembebanan saja, lalu akan diserahkan ke kami,“ ungkap Izzudin melalui sambungan whatsapnya, kepada m-radarnews.com pada, Rabu siang (07/09/2022).

Masih menurut Kasatker, bahwa proyek itu sempat diterjang musibah banjir bandang pada 2021 silam yang membuat Pek Pilar Jembatan porak-poranda. Selain itu, kenaikan harga bahan material, solar, aspal meroket. “Akibatnya, proyek yang bersumber dari dana APBN itu tidak tepat waktu alias molor,” beber Izzudin.

Dia pun menegaskan, pihaknya tetap memberlakukan denda sesuai aturan main dalam UU Pengadaan Barang dan Jasa dan pihak penyedia jasa (PJ). Lanjut Izzudin, seperti PT Modern Surya Jaya dan PT Pramana Arta Raharja selaku KSO bertanggung jawab. “Jangan khawatir PJ siap tanggung jawab,“ tandasnya.

Saat di desak info denda, dihitung sejak tanggal dan bulan berapa, Izzudin memilih tidak berkomentar, dia hanya menggaris bawahi bahwa sejak banjir bandang dan Pek Pilar Jembatan itu hancur, penyedia jasa hanya mengajukan perpanjangan waktu.

Sekedar mengingatkan, bahwa proyek Shortcut “Yeh Otan“ merupakan salah satu ide Kementrian PUPR Pusat untuk memangkas akses jalan yang memang cukup membahayakan pengendara R2 maupun R4.

Selain fisik jalan yang menanjak dan menukik serta bergelombang, sepanjang jalan Bajra itu memiliki tikungan-tikungan. Tak pelak sepanjang jalan itu sering terjadi laka lantas dan memakan korban jiwa.

Tidak hanya itu, sering kali truk bermuatan berat saat menanjak acap kali mogok. Sehingga membuat kemacetan mengular. Itulah beberapa permasalahan yang terjadi di sepanjang jalan Bajra, Tabanan.

Maka, untuk memecah masalah jalan Bajra yang kerap membuat miris, Pemerintah Pusat melalui sumber dana APBN 2021 dan 2022 sebesar Rp 59 Milyar lebih, membuat Pembangunan Jembatan Denpasar – Gilimanuk (TK. Yeh Otan). Pembangunan ini di garap oleh rekanan PT Modern Surya Jaya dan PT Pramana Arta Raharja selaku KSO dengan Konsultan supervisi PT Tata Guna Patria, PT Eskapindo Matra dan PT Gaharu Sempana.

Saat itu, Menurut Kasatker PJN Wilayah I Provinsi Bali, Agung Sanjaya, sebelum di jabat Izzudin mengatakan kepada awak media, bahwa proyek pembangunan jalan pintas itu tergolong multi years dan di prediksi akan rampun pada awal Juni 2022 . Jembatan itu dibuat, untuk mempermudah akses jalan TK. Yeh Otan, Bajra, di nilai sangat mengkhawatirkan.

“Shortcut itu dibuat untuk mempermudah akses dan mempersingkat waktu tempuh bagi pengguna jalan,” kata pria yang akrab di panggil Gung Ajik kala itu.

Namun, hingga kini Shortcut Yeh Otan sepenuhnya belum rampung. berdasarkan pengamatan m-radarnews.com, Selasa (06/09/2022), proyek itu tinggal menunggu hasil uji laik dan uji pembebanan. Jika hasilnya sesuai dengan harapan, pemerintah otomatis proyek dengan nilai Rp 59.474.469.000, dengan masa pelaksanaan 420 hari kalender bisa secepatnya dirasakan masyarakat. (anw)

Tutup