Sambut 1 Muharram 1448 H, Warga Sukowidi Gelar Pawai Obor dan Santap Tumpeng Bersama

Suasana malam di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, tampak semarak saat warga RT 01 dan RT 02 menggelar tradisi oncor-oncoran atau pawai obor untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Senin (15/06/2026) malam. Foto: istimewa.

M-RADARNEWS.COM, JATIM – Suasana malam di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, tampak semarak saat warga RT 01 dan RT 02 menggelar tradisi oncor-oncoran atau pawai obor untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang bertepatan dengan malam 1 Suro.

Puluhan obor bambu yang dibawa warga, terutama anak-anak dan remaja, menerangi jalan lingkungan setempat. Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut diiringi lantunan selawat serta antusiasme warga yang memadati sepanjang rute pawai.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pengurus Jamiah Hidayatul Islam, Organisasi Pemuda GEMAS, serta Ibu-Ibu PKK RT 01 dan RT 02. Selain menjadi bagian dari syiar Islam, tradisi tahunan tersebut juga bertujuan melestarikan budaya lokal sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.

Koordinator Panitia Acara, Lexcy Syahra Anggriano menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, berkat kekompakan pengurus Jamiah, Ibu-Ibu PKK, rekan-rekan GEMAS, dan seluruh warga, acara malam ini dapat berjalan lancar, meriah, dan tertib,” ujar koordinator panitia yang akrab disapa Entong itu, Senin (15/10/2026) malam.

“Terima kasih kepada seluruh warga RT 01 dan RT 02 yang telah bergotong royong menyiapkan kebutuhan kegiatan sejak siang hari. Semoga momentum ini membawa keberkahan dan keselamatan bagi lingkungan kita,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Organisasi GEMAS Rizki Ardiansyah menilai, bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan yang masih terjaga di tengah masyarakat.

“Kami sangat bangga dapat berpartisipasi mendampingi adik-adik dalam kegiatan ini. Tradisi oncor-oncoran tidak hanya menjadi sarana menyambut Tahun Baru Islam, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian antarwarga. Semangat gotong royong yang terbangun harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Usai pawai obor, kegiatan dilanjutkan dengan santap tumpeng dan bubur Suro bersama yang digelar di sepanjang jalan lingkungan RT 01 dan RT 02. Warga menggelar tikar secara berjajar dan menikmati berbagai hidangan yang dibawa secara swadaya oleh masing-masing keluarga.

Suasana kebersamaan tampak begitu hangat. Anak-anak, remaja, hingga orang tua duduk berdampingan sambil menikmati hidangan dan berbincang santai. Momen tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan, sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

Melalui kegiatan ini, warga Sukowidi berharap tradisi oncor-oncoran dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya dan media memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta syiar Islam di tengah masyarakat. (red)

Tutup