Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Buleleng Targetkan Perbaikan 25 Titik Irigasi pada 2026
M-RadarNews – Singaraja – Pemerintah Kabupaten Buleleng menargetkan perbaikan 25 titik jaringan irigasi pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya strategis mendukung program ketahanan pangan nasional. Langkah ini diambil untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, sehingga produktivitas petani tetap terjaga sepanjang tahun, terutama saat musim kemarau. Program ini menjadi salah satu prioritas Pemkab Buleleng di tengah keterbatasan anggaran daerah, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian lokal.
Latar Belakang: Mengapa Irigasi Menjadi Prioritas?
Kabupaten Buleleng memiliki luas lahan pertanian sekitar 18.000 hektare yang tersebar di berbagai kecamatan. Namun, banyak jaringan irigasi yang sudah tua dan mengalami kerusakan, sehingga distribusi air tidak optimal. Kondisi ini diperparah oleh perubahan iklim yang menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan curah hujan tidak menentu. Akibatnya, petani sering mengalami gagal panen atau penurunan hasil produksi. Kepala Dinas PUPR-Perkim Kabupaten Buleleng, Putu Adipta Eka Putra, menegaskan bahwa perbaikan irigasi adalah kunci untuk menjaga kontinuitas pasokan air. “Di bidang irigasi kita ada yang sudah berkontrak sebanyak 25 titik. Ini sangat penting untuk mendukung program ketahanan pangan yang menjadi arahan Bapak Presiden. Bagaimana kita menjaga kontinuitas air agar lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan air secara merata,” ujarnya, Sabtu 4 Juli 2026.
Rencana dan Target Perbaikan 25 Titik Irigasi
Perbaikan 25 titik jaringan irigasi ini direncanakan dimulai pada tahun 2026 dan ditargetkan selesai dalam satu tahun anggaran. Titik-titik tersebut tersebar di beberapa kecamatan yang memiliki lahan pertanian produktif, seperti Kecamatan Sawan, Kubutambahan, dan Gerokgak. Berikut adalah rincian target perbaikan berdasarkan jenis kerusakan:
| Jenis Kerusakan | Jumlah Titik | Lokasi Utama |
|---|---|---|
| Saluran primer rusak | 10 | Sawan, Kubutambahan |
| Bendung dan pintu air rusak | 8 | Gerokgak, Seririt |
| Saluran tersier tersumbat | 7 | Banjar, Buleleng |
Proses perbaikan akan melibatkan kontraktor lokal yang telah melalui proses tender. Hingga pertengahan tahun ini, seluruh 25 titik telah memasuki tahap kontrak dan segera dikerjakan. Adipta menjelaskan bahwa koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng sangat penting untuk menentukan prioritas saluran irigasi. “Kami bersama Dinas Pertanian memetakan saluran irigasi mana yang harus diprioritaskan, sawah mana yang harus dipertahankan, termasuk lahan perkebunan yang membutuhkan dukungan pasokan air. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian di Buleleng,” katanya.
Dampak dan Manfaat bagi Petani dan Masyarakat
Perbaikan irigasi diharapkan memberikan dampak langsung bagi petani di Buleleng. Dengan pasokan air yang stabil, petani dapat menanam padi dua hingga tiga kali setahun, bukan hanya satu kali seperti sebelumnya. Hal ini akan meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan. Selain itu, sektor pertanian yang lebih produktif akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan menurunkan angka kemiskinan di pedesaan. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang diharapkan:
- Peningkatan produktivitas pertanian: Petani dapat mengoptimalkan lahan mereka sepanjang tahun.
- Ketahanan pangan daerah: Produksi pangan lokal meningkat, mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
- Stabilisasi harga pangan: Pasokan yang lebih terjamin membantu menjaga harga pangan tetap terjangkau.
- Konservasi air: Sistem irigasi yang baik mengurangi pemborosan air dan mendukung pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
Tantangan dan Solusi dalam Pelaksanaan
Meskipun program ini ambisius, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama, karena perbaikan irigasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk mengatasi hal ini, Pemkab Buleleng mengalokasikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta mencari dukungan dari pemerintah pusat melalui program ketahanan pangan nasional. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan irigasi juga diperlukan agar infrastruktur yang sudah diperbaiki dapat bertahan lama. Adipta menekankan pentingnya kesadaran petani untuk menjaga saluran irigasi dari kerusakan akibat sampah atau sedimentasi.
Kronologi dan Tahapan Pekerjaan
Proses perbaikan 25 titik irigasi ini direncanakan melalui beberapa tahap:
- April-Juni 2026: Pemetaan dan survei lapangan oleh Dinas PUPR-Perkim bersama Dinas Pertanian.
- Juli 2026: Penandatanganan kontrak dengan kontraktor pemenang tender.
- Agustus 2026: Dimulainya pekerjaan fisik di lapangan.
- Desember 2026: Target penyelesaian seluruh titik irigasi.
Setelah selesai, akan dilakukan uji coba dan evaluasi untuk memastikan fungsi irigasi berjalan optimal.
Implikasi Lebih Luas bagi Ketahanan Pangan Nasional
Program perbaikan irigasi di Buleleng tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. Buleleng merupakan salah satu lumbung pangan di Provinsi Bali, terutama untuk komoditas padi dan sayuran. Dengan meningkatnya produksi pertanian, pasokan pangan untuk wilayah Bali dan sekitarnya menjadi lebih stabil. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden tentang swasembada pangan dan pengurangan impor. Keberhasilan program ini dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengelola infrastruktur irigasi secara efektif.
Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab Buleleng menunjukkan bahwa prioritas pembangunan yang tepat dapat memberikan dampak besar. Perbaikan 25 titik irigasi adalah langkah konkret yang tidak hanya menyentuh aspek infrastruktur, tetapi juga kesejahteraan petani dan ketahanan pangan secara keseluruhan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, petani, dan masyarakat, diharapkan program ini dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang optimal. Langkah ini menjadi bukti bahwa investasi di sektor pertanian adalah investasi untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial M-Radar News.